Jumat, 10/07/2020, 00:19:08
Kepala BPSDM Kemenhub Minta Taruna PKTJ Jadi Relawan Mandiri
LAPORAN JOHARI

Kepala BPSDM Kemenhub Ir Sugiharjo pada Wibenar di PKTJ Tegal, Jateng

PanturaNews (Tegal) – Dies Natalis ke-49 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal, Jawa Tengah, menggelar webinar bertajuk ‘Adaptasi Kebiasaan Baru’ di auditorium PKTJ JalanPerintis Kemerdekaan, Kota Tegal, Kamis 09 Juli 2020.

Dies Natalis secara virtual dengan menghadirkan beberapa nara sumber diantaranya Menteri Perhubungan Ir. Budi Karya Sumadi bertindak sebagai keynote speaker, Kepala BPSDM Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Ir  Sugiharjo MSi, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI dr Ahmad Yurianto, Wakil Wali Kota Tegal M. Jumadi, BNPB dengan moderator direktur PKTJ Dr Siti Maimunah SSI. MSE. MA.

Dalam kesempatan itu, Kepala BPSDM Perhubungan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) Ir. Sugihardjo meminta kepada civitas akademika PKTJ turut berperan aktif dalam menjaga reputasi Kota Tegal yang mulai relaksi sampai new normal, bahkan sampai PSBB ke-2 sudah zero baik zero positif maupun zero PDP yang akhirnya menjadi zona hijau.  

"Kepada civitas akademika PKTJ, saya minta tolong jaga reputasi Kota Tegal yang sudah baik ini. Saya titip jangan sampai ada yang terkena, karena kalau ada satu saja di kampus kita yang positif maka kita telah mencemari reputasi Kota Tegal,” kata Ir Sugiharjo.

Lebih lanjut kata Ir Sugiharjo,seluruh  Taruna dan Taruni berperan aktif menjadi relawan mandiri, agar bisa berbuat lebih kepada masyarakat. Selain itu untuk menjaga diri sendiri, keluarga, kampus PKTJ dan masyarakat Kota Tegal, agar Kota Tegal terjaga reputasinya dan tetap mempertahankan zona hijau.  

“Satu poin pesan saya, jangan sampai relawan mandiri itu menjadi peraturan atau kewajiban, karena kalau menjadi peraturan maka akan menjadi beban, namun jadikanlah sebagai budaya. New normal ini merubah budaya untuk perilaku hidup lebih bersih dan sehat,” pesan Ir Sugiharjo.

Direktur PKTJ  Dr Siti Maimunah SSI.MSE.MA  mengatakan, tujuan webinar, untuk menerapkan new normal di lingkungan kampus. Karena tidak memungkinkan hanya melakukam pembelajaran jarak jauh.

"Karena pendidikan vokasi tidak selalu memungkinkan pembelajaran jarak jauh. Karena 70 persen harus ada pendidikan tatap muka. Meski demikian, tetap menjalankan protokol kesehatan," kata wanita yang akrab disapa May itu.

Menurut May, pihaknya juga melarang taruna beraktivitas di luar kampus, kebetulan taruna dan taruni tinggal di asrama, sehingga mudah untuk mengontrolnya. Dan seluruh pegawai juga harus menerapkan protokol kesehatan. Termasuk setiap orang yang masuk kampus juga dicek suhu tubuhnya dengan thermo gun oleh petugas di depan.

"Tadi wartawan juga waktu masuk dicek suhu tubuhnya dengan thermogun oleh petugas. Ini dalam rangka menjaga kesehatan taruna. Sejak pertengahan Juni sudah pembelajaran off line, seperti praktikum. Kalau yang lainnya masih on line.  Ada 852 taruna dari seluruh wilayah Indonesia," pungkas May.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita