Rabu, 08/07/2020, 14:02:12
Petani Tewas Diserang Babi Hutan
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Petugas dan warga berjaga-jaga usai evakuasi warga korban babi hutan (Foto: Dok. Zaenal Muttaqin) 

PanturaNews (Brebes) - Toto (45) petani warga Desa Tambakserang Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ditemukan tewas, Selasa 07 Juli 2020 diduga akibat diserang babi hutan saat bekerja di sawah.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, korban diserang babi hutan saat tengah menyiangi sawah. Tiba-tiba babi hutan menyerang, korban yang juga gagu tidak bisa berbuat banyak, hanya mengacungkan parang di tangannya.

Babi hutan terus menyerangnya, beberapa warga perempuan lainnya yang berada agak jauh sempat melihat tapi tidak dapat berbuat banyak. Korban meninggal akibat luka-luka yang parah oleh serangan babi hutan.

Kepala Desa (Kades) Tambakserang Usep Asikin membenarkan hal tersebut. Menurutnya, korban ditemukan sudah tak bernyawa pada pukul 14.30 WIB. Korban diserang babi hutan saat sedang bekerja di sawah.

"Benar, korban ditemukan tewas akibat diserang babi hutan saat bekerja di sawah," ujarnya.

Diungkapkan, akhir-akhir ini sering terjadi serangan babi hutan di wilayah Kecamatan Bantarkawung, tetapi kejadian ini pertama di Desa Tambakserang dan mengakibatkan korban tewas.

"Ini yang pertama kali di desa kami sepanjang tahun ini korbannya meninggal dunia," ujarnya.

Camat Bantarkawung Eko Supriyanto menyampaikan hal yang sama, ada salah satu warganya yang dilaporkan meninggal dunia akibat diserang babi hutan.

"Dia meninggal diserang babi hutan saat bekerja di sawah dan tepat di ulang tahun hari lahirnya," ungkapnya.

Peristiwa serangan babi hutan dan melukai warga sudah beberapa kali terjadi di wilayahnya.

"Serangan babi hutan sering terjadi di Kecamatan Bantarkawung. Banyak pula warga yang terluka karena serangan babi hutan," jelasnya.

Diharapkan, ada perhatian khusus dari pemerintah terkait kejadian tersebut. Apalagi, selain menyerang masyarakat, babi hutan sering merusak tanaman para petani di wilayah Bantarkawung.

"Perlu penanganan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Apalagi selain sekarang menyerang manusia, bukan hanya merusak lahan pertanian," pungkasnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita