Jumat, 03/07/2020, 17:49:59
Hindari Penyebaran Covid-19, Warga Terapkan Pembatasan Aktivitas
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Pembatasan aktivitas warga untuk mencegah penyebaran Covid-19, warga lakukan penutupan beerapa akses masuk perdukuhan (Foto: Dok. Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Warga Desa Bumiayu, Kecamatan Bumiayu, Kabuapten Brebes, Jawa Tengah, melakukan pembatasan aktivitas keluar masuk ke Dukuh Kauman desa setempat. Pembatasn dilakukan untuk memutus sebaran virus corona atau Covid19, setelah satu warga terkonfirmasi positif Covid-19.

Tokoh masyarakat Desa Bumiayu, Masrukhi mengatakan, warga melakukan musyawarah yang hasilnya disepakati untuk dilakukan pembatasan aktivitas dan bersifat situasional. Pembatasan aktivitas diperlukan untuk memutus penyebaran Covid-19, selain pembatasan warga juga sepakat untuk lebih displin menerapkan protokol kesehatan.

"Semalam hasil musyawarah disepakati untuk dilakukan pembatasan aktivitas di lingkungan yang ada warganya yang positif Covid-19," katanya, Jumat 03 Juli 2020.

Menurutnya, pembatasan dilakukan dengan memasang pagar penutup di beberapa jalan dan gang yang menjadi akses masuk ke perdukuhan. Warga dari luar sementara tidak diperkenankan masuk, sementara warga setempat dibatasi untuk melakukan aktivitas ke luar.

"Ini sifatnya hanya pembatasan bukan penutupan, dengan pembatasan itu diharapkan dapat memutus penyebaran Covid-19," terang Masrukhi.

Dikatakan, protokol kesehatan diterapkan sangat ketat bagi warga setempat. Warga wajib memakai masker, cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak harus dipatuhi.

"Masker wajib dipakai warga, juga penerapan protokol kesehatan lainnya benar-benar diterpakna secara ketat," ujar Masrukhi.

Secara swadaya warga mendirikan pos untuk pemantauan dengan beberapa warga yang berjaga. Warga lainnya terutama ibu-ibu PKK juga secara swadaya menyediakan konsumsi untuk warga yang berjaga dan juga warga lainnya.

"Warga juga memberikan bantuan kepada keluarga yang terkonfirmasi positiv Covid-19 untuk mengantar logistik atau konsumsi ke tempat isolasi, sehingga keluarganya tetap bisa tinggal di rumah untuk menjalani karantina mandiri," terang Masrukhi.

Diungkapkan, pembatasan aktifitas diterapkan selama dua pekan atau 14 hari kedepan. Pembatasan ini tetap mengacu konsep jogo tonggo, artinya tetap saling membantu antar warga untuk dapat mencegah penyebaran Covid-19.

Sebelumnya Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kecamatan Bumiayu, melakukan edukasi dan sosialisasi ke sejumlah warga di Desa Bumiayu. Edukasi dan sosilisasi menyusul adanya satu warga yang positif Covid-19 hasil uji sampel Swab.

Sosialisasi dan edukasi melibatkan warga serta tokoh masyarakat, untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran dan memutus penyebaran Covid-19 di Kecamatan Bumiayu.

Perlu diketahui, satu warga dari Kecamatan Bumiayu, positif Covid-19 dan menjalani isolasi di RSUD Bumiayu, sejak Selasa malam 30 Juni 2020. Meski dinyatakan positif Covid-19 warga berjenis kelamin perempuan ini tidak mengalami gejala terpapar virus corona dan dinyatakan sebagai orang tanpa gejala (OTG).

Pasien yang terkonfirmasi Covid-19 diduga telah melakukan perjalan ke zona merah dan dimungkinkan terpapar saat perjalanan atau saat berada di zona merah tersebut.

"Warga sebaiknya pada saat pandemi Covid-19 ini tidak bepergian ke daerah yang dinyatakan zona merah, untuk menghindari tertular," kata Camat Bumiayu, Eko Purwanto SP MSi saat melakukan edukasi kepada warga.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita