Jumat, 03/07/2020, 16:27:09
Sistem Informasi Geografis Penting untuk Pemetaan Sebaran Covid-19
Oleh: Navalda Tanasya Zanna

Covid-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut coronavirus 2 (severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 atau Sars-CoV-2 (Hui, et al., 2020; ilmiyah, 2020). Coronavirus merupakan virus jenis baru yang ditemukan di Wuhan, Hubei, China tepatnya bulan Desember hingga sampai sekarang masih banyak kasus yang terus berkembang dan telah memakan korban jiwa, berikut data per 18 April 2020, pasien terinfeksi sejumlah 8,69 juta orang, data meninggal sejumlah 461 ribu orang, dan pasien sembuh sejumlah 4,27 ribu orang.

Menurut WHO (World Health Organization), Covid-19 merupakan penyakit menular yang merupakan masih keluarga virus corona namun baru ditemukan tahun 2019, ketika terinfeksi virus ini menyerang bagian pernafasan dari ringan hingga sedang, bahkan ketika terinfeksi virus corona dan mempunyai penyakit bawaan dapat membuat penyakit menjadi semakin parah dan dapat menyebabkan kematian. Pada pasien terinfeksi ketika mendapat serangan pada pernafasan yang berat perlu mendapat penanganan perawatan khusus (isolasi).

Covid-19 dinyatakan sebagai penyakit menular yang berbahaya karena menyerang sistem pernapasan melalui media tangan yang kotor lalu menyentuh bagian hidung atau mulut lalu virus masuk dalam alat pernapasan. Hal ini tentunya membuat banyak orang mengalami panic dan takut untuk pergi keluar dan sehubungan dengan aturan pemerintah untuk physical distancing.

Untuk mengetahui jumlah negara yang terpapar virus corona dan penyebaran di berbagai pulau Indonesia dapat kita lihat di peta persebaran Covid-19 melalui laman ESSC Geoportal for COVID-19. ESSC Geoportal for COVID-19 diluncurkan oleh ESRI Indonesia. Pemerintah dalam menangani penularan virus Covid-19 adalah dengan menghimbau semua warga Negara Indonesia untuk menggunakan masker bagi yang merasa kurang sehat, namun pemberlakuan penggunaan masker sekarang adalah menyeluruh, yang artinya sakit maupun tidak ketika keluar dari rumah harus menggunakan masker. Selain itu pemerintah menghimbau untuk rajin mencuci tangan dengan sabun atau dengan hand sanitizer.

Dampak yang dirasakan dari adanya virus ini adalah terganggunya sistem pembelajaran, bahkan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi menggunakan sistem online (dalam jaringan) dan dituntut setiap pelajar maupun mahasiswa turut aktif dan selalu terhubung dengan jaringan internet, tidak hanya itu hal ini menyebabkan melemahnya nilai mata uang Indonesia (rupiah) dan ekonomi mengalami kemrosotan dan banyak sekali kerugian yang dirasakan masyarakat menengah kebawah yang penghasilannya ditentukan oleh pendapatan pekerjaan keseharian.

ESRI Indonesia turut mendukung dan membantu pemerintah serta masyarakat Indonesia guna mencegah penularan Covid-19 dengan memantau data penyebaran pasien yang dikatakan ODP (orang dalam pantauan), PDP (pasien dalam pemantauan), atau pasien yang benar-benar sudah terbukti positif tertular Covid-19, selain itu laman ESSC menginformasiakan penyebaran pasien dari seluruh pulau di Indonesia dengan data yang akurat dan aktual dengan jumlah yang tertular, meninggal hingga sembuh. EESC Geoportal for COVID-19 selain untuk pencegahan penularan juga dapat berfungsi sebagai sarana informasi tentang kesehatan bagi masyarakat.

Didalam laman ESSC juga kita dapat melihat sarana transportasi yang tersedia saat dilakukan physical distaning, peringatan jalan yang sudah tertanda zona merah dan rujukan rumah sakit yang siap menangani isolasi untuk penderita Covid-19 ini. EESC Geoportal for COVID-19 dibuat melalui aplikasi ArcGIS Hub, yaitu aplikasi pemetaan untuk menganalisis data, dan menulis pengetahuan geografis.

Dalam ilmu geografi pemetaan juga disebut dengan SIG (sistem informasi geografis) yang merupakan sistem komputer yang berfungsi mengintegrasi, menggambarkan dan menganalisis yang berhubunagn dengan bentukan permukaan bumi. Komponen dari SIG (sistem informasi geografis) sendiri dapat dikatakan cukup banyak, berupa perangkat lunak, perangkat keras, prosedur data dan pelaksana.

Data hasil dari SIG dberupa titik-titik kordinat pada lokasi tertentu, kemudian data tersebut dapat di impor dan diambil dari perangkat lunak SIG dan dimasukkan dalam digitasi peta. Data dalam SIG berupa data grafis dan data atribut, kemudian dari data tersebut ESSC Geoportal for COVID-19 mencakup data grafis berupa gambaran dari peta pulau Indonesia yang menunjukkan zona-zona yang dudah diinterpretasikan, sedangkan data tribute berupa nama pulau, kota hingga kabupaten dan berupa angka jumlah ODP, PDP positif terkena Covid-19, kematian dan sembuh.

Pentingnya informasi mengenai daerah yang terkena paparan virus menjadi hal yang sangat diperlukan, dalam hal ini hadirnya ilmu Geografi menjadi penting untuk menciptakan peta persebaran sebagai data yang valid melalui SIG (sistem informasi geografis) yang merupakan wujud perkembangan dari revolusi industri 4.0. Dari data peta persebaran Covid-19 menjadi poin utama kewaspadaan masyarakat agar tetap patuh terhadap peraturan pemerintah mengenai physical distancing.

Ketika masyarakat sudah mengetahuinya sudah seharusnya sadar akan menjaga kesehatan dan kebersihan dengan mencuci tangan dan menggunakan masker saat sakit. Hal ini dapat meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Pemerintah juga sudah mengarahkan masyarakat agar dapat memutuskan penyebaran Covid-19, dan dapat menciptakan Indonesia dengan normal kembali.

(Navalda Tanasya Zanna, adalah mahasiswi di Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) mengambil program studi Pendidikan Bahasa Indonesia Semester 2)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita