Selasa, 30/06/2020, 22:03:32
Kenalan di Facebook, Gadis Dibawah Umur Digilir Dua Remaja
LAPORAN JOHARI

Waka Polres Kompol Joko Wicaksono didampingi Kasat Reskrim AKP Gienung Pratidina dan KBO Reskrim IPTU Bambang SD, menunjukan barang bukti

PanturaNews (Tegal) – Sudah sekian kalinya, akibat kenalan di media sosial facebook (FB), gadis di bawah umur jadi korban pencabulan. Korban Ftr (17) waga Kabupaten Tegal, dicabuli dua remaja secara bergiliran oleh tersangka Riski Juanda alias Kulup (18) warga Desa Karanganyar, Kecamatan Dukuhturi, Kabupatn Tegal, Jawa Tengah dan Erik alias Acil (DPO).  

Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari melalui Waka Polres Kompol Joko Wicaksono didampingi Kasat Reskrim AKP Gienung Pratidina, dalam konferensi pers, Selasa 30 Jui 2020 mengatakan, berawal dari perkenalan korban dengan Erik alias Acil di Facebook tanggal 28 April 2020 lalu. Erik saat ini berstatus DPO.

Dari perkenalan itu, korban dan Erik janjian ketemuan di lapangan Desa Grobog Kulon, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal. Dengen berboncengan sepeda motor Erik mengajak korban menemui tersangka Riski Juanda. Dalam perjalanan, Erik sempat membeli minuman keras di daerah Banjaran, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.

“Tersangkanya ada dua, Riski Juanda dan satunya Erik berstatus (DPO),” kata Wakapolres Tegal Kota, Kompol Joko Wicaksono di sela-sela ekspos, Selasa 30 Juni 2020.

Alih-alih hendak menemua temannya, mereka boncengan sepeda motor bertiga, menuju lapangan di Kelurahan Pesurungan Lor, Kecamatan Margadana, Kota Tegal. Ternyata temananya tidak ada, lantas  tersangka Riski dan Erik meminum Tuak djuga mencekoki korban.

“Dalam kondisi terpengaruh minuman keras, kedua tersangka memperkosa korban secara bergiliran, bahkan tersangka Erik sempat nambah. Korban juga diancam akan ditusuk pakai kalung taring babi, jika teriak,” kata Wakapolres Tegal Kompol Joko Wicaksono.

Setelah puas, korban ditinggal begitu saja di jalan yang kondisinya gelap. Kedua tersangka juga sempat memukul wajah korban untuk tidak teriak. “Kedua tersangka mengancam  menusuk korban karena berontak,” ujar Joko.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 81 UU Perlindungan anak.

 


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita