Selasa, 30/06/2020, 16:09:06
Gugus Tugas Covid-19 Bumiayu Cek Kesehatan ODR
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kecamatan Bumiayu, melakukan kunjungan ke tempat tinggal ODR untuk melakukan pengecekan kesehatan (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mulai melakukan kunjungan ke tempat tinggal orang dalam resiko (ODR) Covid-19, Selasa 30 Juni 2020. ODR yang didatangi dicek kesehatannya adalah warga penderita Tuberculosis (TBC).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kecamatan Bumiayu, Eko Purwanto SIP MSi mengatakan, kunjungan bersama tim dari Puskesmas itu dilakukan sebagai pengecekan dan upaya pencegahan dalam pandemi Virus Corona atau Covid-19.

"Cek kesehatan ODR difokuskan ke penderita TBC. Pengecekan kesehatan juga dengan memberikan vitamin, obat serta diberikan sosialisasi," ujarnya.

ODR yang dikunjungi diberi vitamin C, masker, dan leaflet, juga sekaligus dilakukan rapid test. Masalah kebersihan lingkungan menjadi perhatian tim, termasuk kondisi rumah seperti ventilasi rumah sebagai sarat untuk tempat tinggal yang sehat.

"Ventilasi yang berfungsi untuk kelancaran sirkulasi udara di dalam rumah harus ada dan berfungsi baik. Jika buruk juga menjadi pertimbangan karena sirkulasi udara mempengaruhi kesehatan penghuninya," terangnya.

Menurut Eko yang juga Camat Bumiayu ini, pengecekan kesehatan ODR dimulai dari Desa Dukuhturi kepada penderita TBC. Pasalnya, penderita TBC lebih beresiko di saat pandemi Virus Corona atau Covid-19.

"Tadi kita tinjau dan cek ODR, kemudian memberikan obat tensi darah juga. Rapid test juga juga dilakukan dan hasilnya tidak reaktif," kata Eko.

Saat ini di wilayah Kecamatan Bumiayu yang terdiri dari 15 ada 169 ODR yang terdiri dari kriteria masih positif TBC dan sudah sembuh. Kegiatan tersebut juga sebagai upaya pencegahan bagi orang yang memiliki penyakit penyerta TBC.

"Bagi penderita TBC cenderung memiliki daya tahan tubuh dan kualitas pernafasan rendah, sehingga sangat beresiko," tandas Eko.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita