Senin, 29/06/2020, 15:50:02
Puskesmas Bumiayu dan IBI Berikan Pelayanan KB Gratis
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Kepala BLUD UPT Puskesmas Bumiayu, dr Ali Budiarto (paling kiri) memantau langsung kegiatan pelayanan KB gratis dalam rangka HUT IBI. Beberapa bidan melayani KB gratis kepada warga (Foto: Dok. Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Peringati HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke 69, Puskesmas Bumiayu bekerja sama dengan DP3KB dan IBI ranting Bumiayu, Puskesmas Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, memberikan pelayanan KB gratis berupa pemasangan alat kontrasepsi IUD dan Implan kepada warga, Senin 29 Juni 2020.

"Pelayanan KB gratis ini merupakan kerjasama Puskesmas dengan IBI ranting Bumiayu serta DP3KB," ujar Kepala BLUD UPT Puskesmas Bumiayu, dr Ali Budiarto, Senin 29 Juni 2020.

Ia mengatakan kegiatan kerjasama ini dilaksanakan dalam memperingati HUT IBI yang ke 69, sehingga digelar bakti sosial pelayanan pemasangan alat kontrasepsi IUD dan Implan untuk warga secara gratis.

"Adapun jumlah akseptor yang akan dilayani sebanyak 21 akseptor meliputi 8 implan dan 13 IUD," ungkap Ali.

Dia menjelaskan kerjasama Puskesmas dengan IBI serta DP3KB terus berlangung, terutama pada beberapa momen tertentu dengan harapan jumlah akseptor baru akan meningkat dan keterampilan para bidan juga akan meningkat.

"Tema kali ini, Bersama Sukseskan Sejuta Akseptor, untuk mengurangi atau menekan pertambahan penduduk," kata Ali.

Ketua IBI Ranting Bumiayu, Erni Hayani mengatakan, di usianya yang ke 69, IBI dituntut semakin profesional dalam memberikan pelayanan serta menjaga standar mutu. Kedepan IBI memiliki tantangan sebagai garda terdepan dalam menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI / AKB).

"Tantangan IBI makin berat terutama menjadi garda depan dalam menurunkan AKI / AKB di Brebes ini," ujarnya.

Bidan harus bisa memberikan pemahaman warga untuk menjaga kesehatan di lingkungannya, terutama ibu hamil. Sebab, saat ini pemerintah sedang fokus menurunkan AKI dan AKB.

"Angka kematian ibu dan bayi harus jadi perhatian bidan, berikan masyarakat sosialisasi mengenai kesehatan, baik dalam merawat bayi dari kandungan hingga lahir," tandas Erni.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita