Sabtu, 27/06/2020, 09:06:00
Halaman Parkir Kejaksaan Brebes Disulap Jadi -Cafe Ne Inyong-
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Cafe Ne Inyong yang berada di Jalan Pantura Gajahmada Brebes ini ramai dikunjungi di malam hari. (Foto:Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Jika Anda datang ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes, Jawa Tengah, tentu akan ada sesuatu yang berbeda, terutama di halaman depannya.

Yah, halaman depan Kantor Kejari Brebes yang biasanya untuk tempat parkir kendaraan bagi tamu, kini disulap menjadi tempat tongkrongan sehat yang asyik alias cafe. Cafe berkonsep kekinian yang berada di Jalan Pantura Gajahmada Brebes ini, diberi nama "Cafe Ne Inyong".

Cafe Ne Inyong ini, dibuka setiap hari pukul 16.00 WIB dan tutup pukul 22.00 WIB. Ada beberapa menu minuman yang dapat dinikmati mulai dari kopi, susu, jahe, teh, hingga beberapa makanan khas Brebes yang juga bisa dijadikan oleh-oleh.

Harga menu minuman dan makanannya pun terjangkau. Lantaran konsepnya sebagai pelayanan publik yang diberikan Kejari Brebes bagi masyarakat. Sehingga, diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan cafe ne inyong.

Adapun, beberapa fasilitas cafe ne inyong juga disediakan. Di antaranya, ruang VIP AC no smoking area hingga out dor, meja, kursi sofa, kursi kayu yang cukup nyaman hingga live musik.

“Silahkan masyarakat datang dan coba menikmati suasana cafe di tengah Kantor Kejaksaan. Kita terbuka siapa pun boleh datang. Karena ini sebagai upaya kita untuk lebih dekat dengan masyarakat,” ujar pengelola Cafe Ne Inyong, Andhy Hermawan Bolifaar, Jumat 26 Juni 2020.

Pria yang juga sebagai Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Brebes itu, menyebut keberadaan Cafe Ne Inyong juga dalam rangka untuk merubah stigma di masyarakat, jika kantor kejaksaan dianggap menakutkan.

Pengelolaan Cafe Ne Inyong, lanjut Andhy, dengan melibatkan koperasi internal Kejari. Bahkan, koperasi internal juga mengakomodir para pelaku Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) untuk membantu mengembangkan usahanya.

“Ada beberapa UMKM binaan koperasi internal kita. Di antaranya, perajin telur asin, keripik telur asin, bawang goreng, kopi, teh dan beberapa produk lainnya. Kita bantu misal dalam pembuatan packing yang menarik dan mempromosikanya melalui digital. Sehingga pelaku UMKM bisa terus berkembang ke depanya,” terangnya.

Untuk konsep Cafe Ne Inyong, lanjut dia, sederhana tapi kekinian dengan furniture hiasan berbahan kayu. Sehingga bisa dimanfaatkan berbagai lapisan masyarakat, baik dari anak usia dini, muda mudi hingga orang dewasa.

“Tentunya harapan kami adanya cafe ne inyong ada manfaat yang dapat diambil oleh masyarakat luas. Bisa juga dijadikan sebagai tempat mengembangkan kreatifitas masyarakat,” harapnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita