Kamis, 25/06/2020, 23:24:11
30 Juni, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Tegal Dibubarkan
LAPORAN JOHARI

Dr Johardi Sekda Kota Tegal

PanturaNews (Tegal) –  Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kota Tegal, Jawa Tengah  bakal dibubarkan 30 Juni mendatang. Pasalnya, sesuai Perwal penerepan News Normal, 30 Mei-30 Juni. Selanjutnya petugas yang akan menangani Covid-19, adalah relawan bersama Satpol PP. Hal itu dikatakan Sekretaris Tim Gugus Tugas, Dr Johardi yang juga Sekretaris daerah (Sekda) Kota Tegal, usai rapat dengar pendapat dengan DPRD, Kamis 25 Juni 2020.

Menurut Dr Johardi, pembubaran tim gugus tugas sudah dirapatkan bersama wali kota dan wakil walikota, Rabu 24 Juni malam di rumah dinas wali kota. Selanjutnya, Pemkot Tegal akan membentuk  Tim Relawan Covid-19 yang diketuai Wakil Wali Kota Tegal.

"Setelah tim gugus tugas bubar, penanganan covid-19 dilanjutkan oleh relawan bersama Satpol PP, melalui surat edaran (SE) wali kota," kata Johardi, ditemui usai rapat dengan DPRD Kota Tegal, Kamis 25 Juni 2020. .

Menurutnya, pembubaran tim gugus tugas di Kota Tegal merupakan yang pertama di Indonesia seperti saat penerapan Lokal Lokdon, Isolasi wilayah dan PSBB Kota Tegal selalu yang pertama.

 "Setelah dibubarkan, sesuai konsep dari pak wali akan ada tim relawan yang diketuai oleh wakil wali kota. Konsepnya seperti apa sekarang sedang di susun untuk pelaksanaannya," kata Johardi

Meski tak lagi ada gugus tugas tidak membuat Pemkot Tegal mengendurkan pengawasan dan pencegahan Covid-19. Masyarakat dihimbau tetap  melalukan protocol kesehatan.

"Kehidupan keseharian sama halnya seperti new normal, protokol kesehatan tetap harus dijalankan ketat.  Nanti Satpol PP yang bertugas menertibkan. Selain itu, akan ada surat edaran wali kota di tengah pelaksanaan normal baru," tandasnya.

Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro mengaku sudah mendapat kabar ikhwal pembubaran Tim Gugus Tugas saat rapat bersama. "Informasi dari pak Sekda, Pemkot benar akan membubarkan gugus tugas pada 30 Juni," kata Kusnendro, saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurut Kusnendro, meski tim gugus tugas dibubarkan namun pengawasan protokol kesehatan tetap dilaksanakan. Selain itu pembubaran gugus tugas juga harus mendapat persetujuan tim gugus pusat.

"Pembubaran gugus tugas itu hak Pemkot Tegal namun harus seijin pusat. DPRD, sifatnya mengimbau harus tetap waspada. Dan tim relawan yang akan bekerja juga harus memperhatikan protokol kesehatan sebagaimana mestinya," pesan Kusnendro.

Ditegaskan, jika tim gugus tugas benar-benar dibubarkan, secara ototmatis sisa anggaran penanganan Covid-19, sudah tak bisa digunakan dalam penanganan Covid-19. Termasuk kelebihan anggaran juga harus dikembalikan kes kas daerah.

"Sisa anggaran penanganan Covid-19 tidak lagi bisa digunakan. Dan selanjutnya untuk anggaran akan kita bahas bersama lagi di perubahan untuk penanganan skala prioritas di tengah new normal," kata Kusnendro.

Kusnendro berharap, dengan pembubaran tim gugus tugas Pemkot Tegal bisa fokus pemulihan sektor ekoboni utamanya masyarakat menengah ke bawah. Karena selama pandemi sampai sekarang belum menyentuh ke sektor itu.

"Saya belum melihat konsep pemulihan ekonomi di kalangan pengusaha kecil, termasuk pekerja harian. Maka harus ada terobosan yang dilakukan, agar usaha dan perekonomian rakyat bisa pulih," pungkasnya.

 


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita