Rabu, 17/06/2020, 13:21:04
New Normal di Sektor Pariwisata, Fikri: Perketat Protokol Kesehatan
LAPORAN SL. GAHARU

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. H. Abdul Fikri Faqih

PanturaNews (Semarang) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif diminta menerbitkan panduan bagi turis, industri pariwisata, maupun pemerintah daerah dalam masa tatanan kehidupan baru atau new normal yang sebagian mulai diberlakukan, khususnya di sektor pariwisata.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. H. Abdul Fikri Faqih di Semarang, Jawa Tengah, Rabu 17 Juni 2020.

“Kita sudah dengar soal Cleanlines, Health and Safety (CHS) yang akan diterapkan, tapi belum ada regulasinya,” tegas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Saat ini, lanjut Fikri, beberapa pemerintah daerah sudah mulai membuka destinasi wisatanya dengan protokol kesehatan.  “Kita harus jaga agar kondisi tidak kembali outbreak, malah bisa balik ke fase awal,” ujarnya.

Menurut Fikri, dalam fase yang belum menunjukkan kulminasi (titik puncak) pandemi Covid-19 di Indonesia, pembukaan destinasi wisata sebenarnya belum dianjurkan.  Setiap kegiatan yang memicu keramaian dan lalu lintas orang, tetap berpotensi meningkatkan angka infeksi, jadi harus ada protokol yang sangat ketat.

Karenanya, Fikri berharap panduan dari pemerintah pusat terkait daerah-daerah yang sudah mulai menarik wisatawan untuk datang. Fikri menekankan bagaimana merubah perilaku turis agar mampu beradaptasi dalam fase new normal.  Standar pemakaian masker, selalu mencuci tangan, dan physical distancing secara ketat harus tetap diterapkan.  

“Physical distancing juga memaksa pengelola menerapkan pembatasan kuota orang dalam satu tempat hiburan, resto, transportasi, maupun penginapan. Pentingnya pengawasan pemerintah dalam hal ini diterapkan oleh pengelola tempat wisata dan hiburan,” tutur Fikri. 

Koordinasi lintas sektor, juga diharapkan dalam penerapan regulasi tersebut.  “Pelibatan sektor perhubungan, keamanan dan ketertiban, serta sektor kesehatan harus integral dalam penerapan new normal di pariwisata,” pinta Fikri. 

Selain itu, Fikri meminta pelibatan pelaku industri pariwisata hingga unit terkecil seperti pemandu wisata, supir, ojek, hingga pedagang sektor wisata agar bersama berpartisipasi dalam kampanye wisata yang aman dan sehat selama new normal.

Terkait CHS (Cleanlines, Health, & Safety) di industri pariwisata, Fikri mengingatkan akan menjadi pertaruhan citra pariwisata lokal maupun nasional di mata pelancong.  

“Citra destinasi wisata saat ini akan kental dengan isu CHS, dimana turis akan merasa aman dan nyaman berkunjung,” saran politisi dari Dapil Jawa Tengah IX (Kota/Kab Tegal, Kab Brebes) ini.

Fikri berharap dengan semangat gotong royong dari seluruh pelaku dan pengampu, pariwisata nasional akan kembali bangkit dan meraih kepercayaan publik internasional yang tengah turun. 

Sebelumnya diberitakan, dilansir organisasi nirlaba Deep Knowledge Group, Indonesia termasuk kategori negara paling tidak aman terhadap Covid-19. Dari daftar 100 negara yang dianggap paling aman dari Covid-19, Indonesia menduduki peringkat 97.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita