Selasa, 16/06/2020, 17:42:18
Gara-gara Postingan Istrinya di FB, Sekdes Dinonaktifkan
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Beberapa anggota polisi nampakberjaga-jaga di kantor Desa Kemurang Wetan Kecamatan Tanjung (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Gara-gara postingan istrinya di media sosial Facebook (FB), seorang Sekretaris desa (Sekdes) berinisial D di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terancam dipecat dari jabatannya.

Bahkan, warga setempat ramai-ramai mendatangi kantor desa setempat mendesak Kepala Desa (Kades) nya. Yakni menuntut agar Sekdes tersebut dipecat dari jabatannya.

Faktor pemicunya adalah sang istri
mengunggah foto suaminya yang tengah berduaan dengan wanita lain.

Menyikapi hal itu, Camat Tanjung, Hermanto menjelaskan, untuk sementara D sudah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai sekdes. Masalah ini akan dilimpahkan ke inspektorat selaku pihak yang berwenang.

"Sudah dinonaktifkan sambil menunggu proses pemeriksaan Itwil (inspektorat wilayah)," ujar Hermanto, Selasa 16 Juni 2020.

Sementara itu, Kepala Desa Kemurang Wetan, Dustam membenarkan adanya persoalan tersebut di desanya. Pihaknya juga sudah meminta keterangan terhadap Sekdes berinisial D.

"D mengakui foto itu adalah dirinya dan yang bersangkutan menyesal tidak akan mengulangi lagi," kata Dustam saat ditemui di Balai Desa Kemurang Wetan.

Terkait aksi tuntutan warga itu, Dustam menjelaskan, lantaran dipicu dari posting-an akun Facebook istri D pada Kamis 4 Juni malam.

Dalam postingan itu ada lima foto D bersama wanita lain. Dustam mengungkapkan, wanita yang foto bersama D itu berinisial F.

"F itu bahkan pernah menjadi bibi dari D, karena (suami F) adalah paman dari istrinya D. Karena bercerai, statusnya (F) mantan bibi (D)," terangnya.

Namun postingan foto yang diunggah istri D tersebut saat ini sudah dihapus.

"Awalnya akun FB memasang lima gambar suami saat bersama wanita lain. Baru 9 menit, posting-an ini dihapus. Namun meski hanya 9 menit, sudah banyak netizen yang baca," kata Dustam.

Esok paginya, info soal postingan foto tersebut beredar di tengah warga. Beberapa warga mendatangi kantor desa untuk menanyakan soal foto itu. Mereka minta D diberhentikan dari sekdes jika memang foto itu adalah asli.

"Mereka diterima oleh BPD, warga mendesak jika dalam waktu tiga hari tidak dicopot, maka mereka akan menagihnya dengan membawa massa yang lebih banyak," tutur Dustam.

Dustam menjelaskan, pada 8 Juni 2020 kemarin, warga menanyakan soal tuntutan mundur sekdes. Atas desakan warga ini, ditempuh jalur mediasi di kantor Kecamatan Tanjung pada 10 Juni kemarin.

Upaya mediasi ini menghadirkan Pemdes Kemurang, Polsek, Danramil dan D. Dalam mediasi ini, D mengakui bahwa pria dalam foto itu adalah dirinya. Pengakuan ini tertuang dalam surat pernyataan yang ditandatangani D.

Tuntutan warga kemudian berlanjut. Hari ini, massa mendatangi kantor desa untuk memaksa D melepas jabatannya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita