Senin, 15/06/2020, 23:37:35
Kasus Penggelapan Uang Nasabah, Penyidik Periksa Saksi dari BPR
LAPORAN JOHARI

Kanit III IPDA Yunus Al Imron STIK

PanturaNews (Tegal) – Kasus penggelapan uang nasabah bank, yang diduga digelapkan oleh wanita cantik Febrinita Budi Winarti alias Febri (39), penyidik reskrim Polres Tegal Kota, mulai memanggil beberapa orang saksi, diantaranya dari BPR Central Artha, tempat terakhir Febri bekerja.

Kasat Reskrim AKP Gienung Pratidina melalui Kanit III, Ipda Yunus Al Imron STIK mengatakan, unit III sudah memeriksa saksi dari BPR Central Artha , yakni Bagus selaku kepala bagian operasional (Kabag Ops). Karena terakhir Febri bekerja di BPR Centra Artha sebagai Kabag Treasury yakni Kabag yang berwenang penuh mengatur uang simpanan dan deposito.

“Betul kemarin, Unit III, sudah memeriksa saksi dari BPR yakni saudara Bagus sebagai Kabag Operasional BPR, untuk membenarkan bahwa Febri kerja di BPR,” kata Yunus, Senin 15 Juni 2020.

Lebih lanjut kata IPDA Yunus, unit III juga sudah menyita beberapa barang bukti diantaranya printer untuk memalsukan bilyet dan rekening korban milik Febri dari beberapa bank untuk menindaklanjuti aliran dananya. “Ternyata dana di rekening Koran nilainya kosong, kami akan kejar kemana aliran uangnya,” imbuh Yunus.

IPDA Yunus menegaskan, yang ditangani di Unit III khusus pelapor bernama  VCS,  LP nomor: LP / B / 40 / V / 2020 /Reskrim,  dengan total kerugian Rp 1,3 miliar. Sedankan korban lainnya, ditangani di unit lain. “Kami di Unit III, hanya menangani pelapor atas nama VCS, sedangkan korban lainnya di unit lain, silahkan tanyakan ke lain,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban penggelapan uang nasabah bank oleh wanita cantik bernama Febrinita Budi Winarti alias Febri, yang sudah melapor ke Polres Tegal Kota sebanyak 4 orang, dengan total kerugian sekitar Rp 4.070 miliar. Sedangkan yang baru konsultasi (belum lapor) ada3 orang.

Oleh Febri, calon nasabah diiming-imingi bunga deposito sebesar Rp 10 persen perbulan. Dengan perhitungan, akan dibayar menggunakan dari bunga bank sebesar 4-5 persen dan yang 5 persen lagi diambil dari bonusnya, sebagai karyawan berprestasi. Namun di tengah jalan perhitungan itu meleset, akhirnya bunga 10 persen yangdijanjikan dibayar menggunankan dana deposito milik nasbah yang baru, hingga akhirnya ia terjerat kasus penggelapan uang nasabah bank.

 


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita