Kamis, 11/06/2020, 22:40:02
Wanita Cantik Penipu Nasabah Bank, Primadona Perbankan Tegal
LAPORAN JOHARI

Kasat Reskrim AKP Gienung Pratidina

PanturaNews (Tegal) – Dunia perbankan di Kota Tegal, Jawa Tengah, tentunya kenal  dengan nama Febrinita Budi Winarti (39). Wanita cantik berkulit putih adalah sosok marketing perbankan yang sukses karena piawai dalam mencari nasabah. Tak pelak, ia pun menjadi rebutan kantor-kantor bank, selain kecantikannya juga mampu memenuhi target yang ditentukan oleh kantor bank. Terbukti ia keluar masuk kerja di berbagai bank di Kota Tegal, dengan mudahnya. Mulai Bank Muamalat, Bank Mega Syariah dan terakhir di BPR Central Arta di Jalan Sutomo, Kota Tegal. Apes baru dua minggu kerja di BPR, keburu tersandung kasus.

Kapolres Tegal AKBP Rita Wulandari melalui Kasat Reskrim AKP Gienung Pratidina, mengungkapkan modus yang dilakukan oleh tersangka Febri Budi Winarti, mengiming-imingi bunga 10 persen perbulan kepada calon nasabah yang mau mendepositokan uangnya melalui dia. Dengan iming-iming bunga deposito yang cukup besar itulah, ia berhasil menggaet nasabah lebih banyak dan memenuhi target yang ditentukan oleh kantor. Dan menjadi primadona marketing perbankan, karena selalu sukses dalam mencari nasabah. 

“Awalnya ia bekerja di Bank Muamalat, karena berani berspekulasi dengan iming-iming bunga 10 persen, berhasil menggaet nasabah sebanyak-banyaknya. Atas prestasinya itu, ia pernah meraih marketing terbaik, kalau gak salah peringkat ke-2,” ungkap AKP Gienung, Kamis 11 Juni 2020.

Lebih lanjut kata Gienung, tersangka berani memberikan bunga 10 persen dengan perhitungan, bunga dari bank 4 atau 5 persen ditambah 5 persen bonusnya dia dari perusahaan diberikan ke nasabah. “Jadi ia rela memberikan bonus atau penghasilnnya kepada nasabah,” imbuhnya.

Sukses sebagai marketing,di Bank Muamalat kemudian pindah ke Bank Mega Syariah. Tentunya nasabah yang ia dapat selama bekerja di bank lama ditarik ke bank yang baru. Dengan iming-iming 10 persen, nasabah Bank Muamalat pindah dan menraik dananya ke Bank Mega Syariah.  Kemudian pindah lagi ke BPR Central Artha.

Apes, baru bekerja dua minggu di BPR Central Artha, salah satu nasabahnya yakni VCS,  LP nomor: LP / B / 40 / V / 2020 /Reskrim, yang merasa telah mendepositokan uangnya sejumlah Rp 1,6 miliar, ketiika di cek di BPR Centra Artha hanya ada Rp 300 juta. Sisanya Rp 1,3 miliar dipakai oleh tersangka, untuk membayar bunga 10 persen nasabah sebelumnya.

Selain VC S yang dirugikan sebesar Rp 1,3 miliar, ternyata masih ada korban lain yakni YPD No. 157 / V / 2020 / Reskrim  sebesar Rp 1,4 miliar, AST  No. 158 / V / 2020 / Reskrim sebesar Rp 1 miliar dan MPI Pengaduan No. 166 / V / 2020 / Reskrim , sebesarRp 370 juta.  Total kerugian seluruhnya sebesar Rp 4,07 miliar. Sedangkan korban lain yang baru konsultasi, sudah 3 orang yakni dari Slawi, Debong dan Pagongan.  

“Sampai saat ini belum ada aset yang kami sita, karena belum ditemukan. sedangkan rumah di Karanganyar milik mertua dan yang di Mejasem milik orangtuanya. Saya himbau kepada nasabah bank yang pernah mendepositokan uangnya melalui tersangka untuk di cek ke bank. Jika merasa dirugikan segera lapor ke Polres Tegal Kota,” tandasnya.       

 


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita