Minggu, 07/06/2020, 13:36:06
Penanganan Wabah Covid-19 di Brebes Tidak Jelas
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Kepala Desa Tambakserang Kecamatan Bantarkawung, Usef Asikin (Foto: Dok. Zaenal Muttaqin) 

PanturaNews (Brebes) - Kepala Desa Tambakserang, Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes Jawa Tengah, Usef Asikin mengkritisi pengananan wabah Covid-19 yang tidak jelas di Kabupaten Brebes.

"Penanganan Covid19 tidak jelas, tidak ada langkah penanggulangan yang nyata dan terukur," katanya, Minggu 07 Juni 2020.

Menurutnya, contoh nyata seperti rapid test di pasar Bangbayang Bantarkawung yang mengambil sampel 80 orang dan hasilnya diketahui 69 orang dinyatakan reaktif. Setelah itu mestinya ada langkah-langkah penanggulangan.

"Faktanya tidak ada kejelasan bagaimana penanggulangannya agar rantai penyebaran wabah Covid-19 dapat diputus," kata Usef.

Usef juga mengkritisi keberadaan Pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Brebes yang dinilai belum ada bukti kerjanya. Bahkan tanpa ada kerja nyata, Pansus Covid-19 hanya akan buang-buang anggaran operasional.

"Sebaiknya bubarkan saja Pansus itu kalau tidak ada kerja yang nyata," ucap Usef.

Dikatakan, sejak dibentuk bulan April 2020 Pansus jalan di tempat, hanya melakukan rapat interen padahal di harapkan mampu menjadi pengawas dan mempercepat penangganan pencegahan Pandemi Covid-19 khususnya di wilayah Brebes bagian selatan.

"Saya belum melihat ada bukti kerjanya khususnya di wilayah selatan ini," ungkapnya.

Masih menurut Usep, kiprah dan kinerja Satgas Covid Kabupaten Brebes masih jauh dari harapan masyarakat. Keberadaan Pansus Covid-19 DPRD Brebes yang menjadi harapan agar dapat mendorong Pemkab Brebes lebih serius dalam mencegah pandemi Covid-19 juga mengecewakan.

"Tetapi yang dirasakan semakin hari semakin rancu dan tidak kelihatan fungsi serta kinerjanya," pungkas Usef.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita