Minggu, 07/06/2020, 09:12:03
Ditengah Pandemi, Fikri: Pelaku Usaha Bisa Manfaatkan E-commerce
LAPORAN SL. GAHARU

Fikri Faqih saat diskusi online Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menyambut New Normal. (Foto: Dok/Ali Irfan)

PanturaNews (Tegal) - Kondisi saat ini di tengah pandemi Covid-19, memang memberikan tantangan bagi banyak pihak, tak terkecuali pelaku industri kreatif dan pariwisata. Bahkan, pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terpuruk.

“Meskipun secara bertahap era new normal dimulai, sektor ini perlu waktu yang cukup lama untuk kembali pulih seperti sedia kala,” terang Wakil Ketua Komisi X DPR RI, DR. H. Abdul Fikri Faqih, MM pada diskusi online Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menyambut New Normal, kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ari Juliano Gema yang juga hadir sebagai pembicara mengkonfirmasi bahwa sektor pariwisata memang terdampak begitu keras.

“Menurut data BPS hingga bulan Mei, terjadi penurunan hingga 87 persen di sektor pariwisata. Dari wisatawan mancangera salah satu negara saja, kita bisa kehilangan devisa Rp 40 triliun. Belum wisman negara lain. Jadi bisa dibayangkan, potensi pendapatan kita yang hilang besar sekali,” papar Ari.

Karenanya, Fikri Faqih mendorong agar seluruh masyarakat yang terdampak, termasuk pelaku pariwisata dapat bertahan di situasi yang serba sulit ini, dengan melakukan apapun yang dapat menghasilkan secara finansial.

Fikri Faqih menyebutkan, saat ini e-Commerce adalah salah satu yang dapat bertahan dan mengalami peningkatan seiring dengan himbauan physical distancing, dan melakukan segala aktivitas kegiatan dari rumah beberapa waktu terakhir. Karenanya, ia menghimbau agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk keberlanjutan ekonomi tiap-tiap individu dan keluarganya.

“Para pelaku industri kreatif bisa memanfaatkan e-Commerce untuk memasarkan hasil produksi atau karyanya, sehingga bisa menjangkau ke tempat yang lebih jauh. Misal dari daerah ke ibukota, atau bahkan ke luar negeri,” tuturnya.

Selain itu, menurut Fikri Faqih yang berangkat ke Senayan dari Dapil Jawa Tengah IX (Kota/Kab. Tegal dan Kab. Brebes), juga dapat dimanfaatkan untuk hasil yang lebih optimal adalah jika terdapat database pelaku industri yang lengkap dan juga keterhubungan.

“Data harus kuat. Ini tugas pemerintah. Kalau datanya kuat, pemerintah bisa menghubungkan antar berbagai pihak, sehingga terjadi kerjasama ataupun transaksi,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Namun Fikri tidak membatasi hanya pemerintah yang bisa melakukan tugas menghubungkan tersebut. Ia mencontohkan, ada beberapa inisiatif yang dilakukan oleh kelompok kepemudaan, yang sebetulnya tidak langsung bergerak di ranah pertanian, tetapi kelompok tersebut menjembatani petani-petani di desa-desa agar hasil taninya bisa mensuplai kebutuhan di perkotaan.

“Ini contoh yang bagus, bagaimana di tengah kondisi sulit sekarang ini, kita bergandengan tangan untuk saling membantu,” pungkas Fikri Faqih.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita