Jumat, 29/05/2020, 17:07:21
Pabrik Alat Kesehatan AS Segera Berdiri di Kawasan Industri Brebes
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Menperin dan rombongan bersama Bupati Brebes saat kunjungan di Pabrik Garmen milik PT Daehan Global di Cimohong. (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Pabrik alat kesehatan (Alkes) milik pengusaha Amerika Serikat (AS), akhirnya bakal berdiri dan dibangun di daerah Kawasan Industri Brebes (KIB), Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Hal itu mengemuka saat Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Agus Gumiwang beserta rombongan melakukan kunjungan kerja di PT. Daehan Global Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jumat 29 Mei 2020.

Rombongan Menperin tiba ke Kabupaten Brebes dengan mengunakan heli, dan mendarat di lapangan Nasmoco Klampok, Kabupaten Brebes.

Mereka disambut Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti dan sejumlah pejabat Pemkab Brebes. Kali pertama Menteri meninjau lokasi KIB di Desa Losari Lor. Di tempat itu, Menteri mendapat penjelasan terkait site plant KIB dari Sekda Pemkab Brebes, Djoko Gunawan.

Menurut Agus Gumiwang, KIB menjadi salah satu tempat yang dipersiapkan untuk pembangunan pabrik-pabrik alat kesehatan (Alkes) milik pengusaha Amerika Serikat yang akan direlokasi dari China ke Indonesia.

"Ini sesuai dengan permintaan yang disampaikan ke Pemerintah RI dalam hal ini adalah  Presiden Jokowi," ujar Agus Gumawang.

Dikatakan Agus Gumiwang, pihaknya berkunjung ke Brebes untuk mengecek langsung sejauh mana kesiapan KIB.

Di samping itu, juga untuk menjadi dasar dalam mengambil langkah strategis. Termasuk melakukan pembahasan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pihaknya juga akan terus mendorong kebutuhan yang diperlukan, agar KIB ini benar-benar siap.

"Sehingga, pabrik-pabrik yang akan relokasi bisa cepat masuk ke KIB," terang Agus Gumiwang.

Dalam kesempatan itu, menteri juga mengecek kesiapan pabrik yang sudah beroperasi di KIB terkait protokol kesehatan yang diterapkan. Salah satunya di Pabrik Garmen milik PT Daehan Global. Apalagi, perusahaan itu market utamannya berada di AS.

"Tadi sempat kami cek langsung, dan protokol kesehatan sudah diterapkan di perusahaan ini. Artinya, ini bisa meyakinkan market jika kita sudah menerapkan protokol kesehatan," jelas Agus Gumiwang.

Lebih lanjut dia mengatakan, keberadaan KIB itu bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Bahkan, di Jawa Tengah dengan adanya KIB ditargetkan pertumbuhan ekonominya bisa mencapai 7 persen.

"Salah satu kunci terget ini bisa dicapai, dengan pembangunan industri manufaktur di dalamnya. Untuk itu, kita perlu mempersiapkan industri manufaktur di Jawa Tengah tumbuh dengan baik," tandasnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita