Kamis, 28/05/2020, 07:21:17
Pasien Positif Corona Asal Brebes Kabur, Puluhan Warga Di-Rapid Test
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Petugas melakukan sosialisasi dan mengawasi warga yang melakukan isolasi mandiri serta membantu memenuhi kebutuhan keluarga pasien positif virus corona. (Foto: Dok/Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Desa Sengon, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dikabarkan kabur saat menjalani pemeriksaan dari salah satu rumah sakit di Jakarta.

PDP yang diketahui berinisial "S" (44) itu, dikabarkan nekat melarikan diri menggunakan travel saat tengah menjalani pemeriksaan dari salah satu rumah sakit di Jakarta pada 20 Mei 2020 lalu. Selanjutnya S tiba di kampung halamannya pada 22 Mei 2020.

Diperoleh informasi, setibanya di kampung halaman, "S" bukannya mengisolasi mandiri, malah bebas berkeliaran. Apalagi dari hasil pemeriksaan, "S" yang sebelumnya berstatus PDP, ternyata hasil swab menunjukan bahwa dia positif terkena virus corona (Covid-19).

Akibat dari ulah "S" yang tidak mematuhi prosedur protokoler kesehatan ini, sebanyak 25 orang yang berkontak langsung dengannya, terpaksa harus dilakukan rapid tes. Hal itu guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19 yang hingga kini masih mewabah.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Tanjung, dr. Adhi Supriadi saat dikonfirmasi, Rabu 27 Mei 2020, membenarkan adanya informasi tersebut.

Menurut dr. Adhi yang juga sebagai Kepala Puskesmas Tanjung, untuk "S" yang positif terkena Covid-19 ini, sudah di evakuasi di RSUD Brebes untuk di isolasi.

"Namun ada sebanyak 25 warga dari beberapa desa, selain dari keluarga "S"asal Desa Sengon yang kami lakukan rapid tes. Di antaranya seperti Desa Lemahabang, Kecamatan Tanjung, juga Desa Tegalglagah. Termasuk dari Brebes juga ada yang kami rapid tes, karena sebelumnya pernah berkontak langsung dengan "S"," ujar dr. Adhi.

Dengan telah dilaksanakannya rapid test kepada para kontak, lanjut dr. Adhi, hasil seluruhnya sebanyak 25 sampel non reaktif. Selain rapid test, 25 orang ini juga diberi suplemen vitamin untuk meningkatkan imunitas tubuh. Mereka juga diminta untuk menjalani karantina mandiri di tempat tinggal masing-masing.

Bagi keluarga pasien, pemeriksaan ini untuk kedua kalinya. Sebelumnya mereka telah diperiksa dengan metode yang sama pada Minggu 24 Mei lalu. "Untuk keluarga pasien sekarang sudah dua kali diperiksa. Kalau warga hasil tracking ini adalah pemeriksaan yang pertama," ungkap Adhi.

Pihaknya berharap agar masyarakat desa setempat dan sekitarnya tidak panik. Apalagi dukungan dari tetangga dan aparat desa untuk mengawasi proses isolasi mandirinya adalah hal terpenting. Mengingat semua kebutuhan keluarga "S" sudah di penuhi dengan baik.

"Akan tetapi protokol kesehatan harus tetap di laksanakan oleh semua pihak walaupun hasil saat ini Non Reaktif. Jadi, kita tidak boleh lengah dan harus tetap waspada," pinta dr. Adhi.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita