Sabtu, 16/05/2020, 00:13:23
Diringkus, Pencuri Kotak Amal Masjid Terekam CCTV dan Viral
LAPORAN JOHARI

Dua ABG pencuri kotak amal masjid (baju tahanan)

PanturaNews (Tegal) – Dua pelaku pencurian kotak amal Masjid, yang usianya masih dibawah umur berhasil diamakan aparat Polsek Tegal Timur Kota Tegal, Kamis (14/5) kemarin. Aksi mereka terekam kamera CCTV yang dipasang di masjid. Wajah salah satu pelaku nampak jelas dan viral di media sosial (medsos).

Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah melalui Kapolsek Tegal Timur Kompol Agus Endro Wibowo mengatakan kedua pelaku melakukan pencurian kotak amal di Masjid Zulfikar Noor di Jalan Widuri Kelurahan Slerok Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal, Sabtu (9/5), sekitar pukul 04.00 WIB. Wajah salah satu pelaku berhasil terekam di cctv yang dipasang di masjid.

“Semula pengurus masjid mendapat informasi kotak amal masjid yang berisi sejumlah uang hilang. Selanjutnya saksi mendatangi lokasi untuk melihat keadaan masjid. Ternyata pintu kaca depan pecah. Setelah dicek ke dalam masjid, ada tiga kotak amal yang hilang,” kata Kapolsek, Jumat 15 Mei 2020.

Kemudian pengurus masjid lapor ke Polsek Tegal Timur, dengan membawa sejumlah barang bukti, di antaranya rekaman CCTV. Berbekal rekaman itu, petugas langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya kedua pelaku berhasil diamankan saat berada di jembatan di Jalan KH. Mukhlas, Kelurahan Panggung.

“Bedasarkan ciri-ciri yang ada di cctv, anggota melihat dua orang yang ciri-cirinya sesuai dengan rekaman kamera pengawas. Kemudian langsung kita amankan,” ujar Kapolsek.

Kedua pelaku yakni NS (16) warga Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, namun menetap di Kelurahan Kraton. Dan FDP (14) warga Kelurahan Panggung, yang masih duduk di kelas 6 SD.

“Menurut pengakuannya sudah 3 kali mencuri kotak amal,di Dampyak dan di Panggung tapi kosong tidak ada uangnya. Baru sekarang berhasil ada uangnya sejumlah Rp 600 ribu,” imbuh Kapolsek.

Menurut NS, uang hasil mencuri kotak amal sebesar Rp 600 ribu itu dihabiskan untuk membeli minuman keras (miras) yang diminum bersama rekannya FDP.

Karena kedua pelaku masih di bawah umur, proses hukumnya melalui Diversi dan tidak dilakukan penahanan.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita