Jumat, 08/05/2020, 16:17:42
Pedagang Pasar Bumiayu Meninggal Mendadak Gegerkan Warga
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Petugas kesehatan dengan pakai APD melakukan pemeriksaan pada jenazah yang meninggal mendadak. Petugas kesehatan disemprot disinfet=katn setelah melakukan pemeriksaan jenazah. Beberapa petugas dari Tim Gugus Penanggulangan Covid-19 Bumiayu di rumah warga yang meninggal mendadak (Foto-Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Di tengah merebaknya wabah virus Corona atau Covid-19, pedagang Pasar Induk Bumiayu, Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes Jawa Tengah, geger setelah seorang wanita meninggal dunia mendadak, Jumat 08 Mei 2020. Wanita yang berusia sekitar 60 tahun dan tinggal di Dukuh Karangtuang Desa Dukuhturi Kecamatan Bumiayu yang juga pedagang di pasar tradisional itu meninggal di kiosnya sekira pukul 14.00 WIB.

Nasub (55) salah satu pedagang di Pasar Bumiayu mengatakan, korban meninggal dunia setelah sempat muntah dan mengeluarkan darah. Korban meninggal dengan posisi duduk tertelungkup memeluk barang dagangannya.

"Posisinya duduk dan tertelungkup kemudian jatuh di dekat dagangannya," katanya.

Keluarga korban langsung dihubungi oleh pedagangnya lainnya. Sementara paguyuban pedagang pasar juga menghubungi Gugus Tugas Covid-19 menyampaikan ada pedagan yang meninggal di pasar.

"Keluarganya datang setelah dihubungi dan langsung dibawa pulang ke rumahya," kata Nasub.

Camat Bumiayu, Eko Purwanto SP MSi mengatakan, tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Bumiayu langsung menuju ke rumah korban setelah sempat ke Pasar Induk Bumiayu.

"Sempat ke Pasar tapi ternyata korban sudah dibawa ke rumah oleh keluarganya," katanya.

Petugas medis dari Puskesmas Bumiayu dan RSUD Bumiayu dengan perlengkapan alat pengaman diri (APD) melakukan pemeriksaan terhadap korban. Berdasar pemeriksaan luar tidak ada tanda-tanda yang mengarah Covid-19.

"Pemeriksaan oleh petugas medis tidak ada indikasi yang mengarah Covid-19," ujar Eko.

Menurutnya, keterangan dari keluarganya, korban memiliki riwayat penyakit gula darah dan menderita batuk-batuk. Sebelumnya juga sering berobat ke dokter atas penyakitnya itu.

"Informasi dari keluarganya sejak beberapa hari ini sering mengalami batuk dengan disertai keluar darah," ungkap Eko.

Dikatakan, diduga korban meninggal karena penyakit yang dideritanya selama ini. Sebelum meninggal korban tidak beberpgian ke luar Bumiayu dan di rumah korban juga tidak ada pendatang dari luar daerah. Selanjutnya korban akan dimakamkan secara biasa di tempat pemakaman umum terdekat.

"Pemakaman seperti biasa karena tidak ada yang mengarah ke Covid-19," tandas Eko.

Ikut serta melakukan pengecekan ke rumah korban Danramil Bumiayu, Kapten Arm Jupriyadi beserta beberapa anggotanya dan juga beberapa petugas Kepolisian dari Polsek Bumiayu.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita