Senin, 04/05/2020, 00:32:48
Catatan Pageblug Korona, KST Terbitkan: Mati Rasa Mati Kuasa
LAPORAN SL. GAHARU

PanturaNews (Tegal) - Pandemi Covid 19 membawa dampak semua bangsa di dunia tak berdaya. Tak terkecuali juga Kota Tegal menghadapi kewan lembut yang tak tampak, sampai-sampai melakukan pemadaman lampu jalanan dan 49 titik jalan dipasangi beton berton-ton.

Hal itu disampaikan editor buku antologi puisi Tegalan "Mati Rasa Mati Kuasa", Lanang Setiawan dalam Pengantar Pembukaan buku, Minggu 03 Mei 2020.

Menurutnya, buku yang diterbitkan oleh Komunitas Sastrawan Tegalan (KST) ini, merupakan catatan penting tentang musibah pembasmian manusia paling jahat dan onar sepanjang sejarah manusia.

"Orang bilang peristiwa ini pase menuju zaman akhir. Karena apa? Marabahaya seperti ini belum pernah terjadi keonaran segemuruh ini. Jika penjahat perang melenyapkan nyawa manusia dalam hitungan ribuan, belum seberapa dengan petaka yang sedang kita dihadapi," katanya.

Dalam lanjutan pengantarnya, lebih lanjut dia memaparkan bahwa marabahaya ini tergolong membabi buta. Tak cuma terjadi dalam satu negara, melainkan menyeluruh ke seantero jagad secara slimutan. Pantas betul bila musibah ini dinamai pageblug sejagat.

"Amerika Serikat sekarat. Italia merana.Inggris nangis nggegiris.Spanyol kowol-kowol. Francis teris-iris. India menderita, dan Negara China diina-dina," tuturnya.

Buku setebal 112 halaman ini terhimpun kurang lebih 47 puisi Tegalan. Penulisnya para wartawan, tukang kayu, pengamen jalanan, dosen, seniman, pejabat, guru, pengangguran, dan bahkan mantan Wakil Walikota Tegal yang pernah menjabat Rektor UPS Tegal.

Buku tersebut segera terbit dalam minggu ini. Menyusul sebelumnya, Komunitas Sastrawan Tegalan telah menerbitkan antologi puisi Tegalan - Jerman bertajuk "Deutschland Geniessen" (Njlajah Jerman), antologi Puisi Pendek Tegalan tiga baris yang dinamai Kur 267, berjudul "Layang Layang Strern" alias "Lintang Layang Layang", dan buku antologi Kur 267 berjudul "Kota Beton", serta antoligi WangsiKur, sebuah karya sastra Puisi Tegalan berjudul "Begawan Cinta".


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita