Jumat, 01/05/2020, 20:53:21
Selama Lampu PJU Dimatikan, Tiga Kali Terjadi Tawuran
LAPORAN JOHARI

Belasan anak-anak hendak yang hendak tawuran dicyduk

PanturaNews (Tegal) – Selama diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan mematikan lampu penerangan jalan umum (JPU), sedikitnya tiga kali terjadi tawuran anak-anak di bawah umur, di Kota Tegal Jawa Tengah. Namun berhasil digagalkan oleh petugas setelah akun FB dan IG berhasil diendus oleh cyber Polri.

Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi membenarkan, dengan lampu PJU dipadamkan menimbulkan kerawanan tindak pidana kriminal dan aksi tawuran anak-anak. Kapolres minta PJU terutama di jalur Pantura dinyalakan.

“Saya mencatat sudah tiga kali terjadi tawuran anak-anak, selama PJU dipadamkan. Namun semunya berhasil digagalkan,” kata Kapolres Siti Rondhijah SSi, Jumat 01 Mei 2020.

Lebih lanjut kata Rondhijah, sejauh ini pelaku tawuran tidak ada yang diamankan karena kebanyakan anak-anak.  Hanya pembinaan dengan menghadirkan orang tua serta ketua RT setempat, dan membuat surat pernyataan tidak akan mengulang lagi.

“Karena ini masih anak-anak, cukup pembinaan saja dengan menghadirkan orang tua dan ketua RT, sanksinya wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis,” imbuhnya.

Rencana tawuran anak-anak itu terendus dari akun medsos FB dan IG masing-masing , karena mengajak dan tantang-tantang tawuran antar kelompok. Beruntung akun FB dan IG mereka terendus oleh Cyber Polri sehingga polisi mampu megantisipasinya.

 “Di akun medosnya mereka tantang-tantangan mengajak tawuran, dengan sigap polisi berhasil membatalkan rencana mereka,” tandasnya.  

Seperti yang terjadi Kamis 30 April 2020 malam, Sat Reskrim Polres Tegal Kota berhasil menggagalkan rencana tawuran di Kuburan Poci dan Jalan Pisang.  Belasan anak-anak yang masih di bawah umur dari Jalan Salak dan Kraton hendak tawuran di Jalan Pisang. Rencana mereka yang hendak tawuran berhasil digagalkan setelah akun FB-nya terendus oleh Cyber Polres Tegal Kota.

Keesokan harinya, Jumat 01 Mei 2020, 14 anak-anak itu diberi pembinaan oleh Kasat Reskrim  AKP Agus BY. Dengan didampingi orang tua dan ketua RT mereka diperbolehkan pulang, namun harus wajib lapor Senin dan Kamis.     

 

 

   


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita