Sabtu, 25/04/2020, 23:03:54
Bawa Pemudik, Bus AKAP Dari Cirebon Disuruh Putar Balik
LAPORAN JOHARI

Petugas Satllantas Polres Tegal Kota, melakukan penyekatan di terminal bus Tegal

PanturaNews (Tegal) – Satlantas Polres Tegal Kota, melakukan giat penyekatan arus di depan terminal bus Kota Tegal, Jawa Tengah. Semua kendaraan dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dari arah barat seperti Jawa Barat, Jakarta, Tanggerang, Bogor, Depok, dan lainnya diperiksa.

Dalam penyekatakan yang digelar, Sabtu 25 Apeil 2020, Satlantas mendapatkan bus Coyo jurusan Cirebon-Semarang membawa sekitar 25 pemudik ke Jawa Tengah, terpaksa diminta untuk putar balik kembali ke Cirebon, Sabtu 25 April 2020.

KapolresTegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi melalui Kasat Lantas AKP Bakti Kautsar Ali, membenarkan hal itu. Menurutunya, semua bus antar kota antara provinsi (AKAP), dilakukan pemeriksaan di dalam terminal dan ditemukan bus Coyo dari Cirebon menuju Semarang, membawa sekitar 25 pemudik ke Jawa Tengah.

“Ketika anggota menanyakan ke penumpang ternyata mereka mengaku hendak mudik ke Jawa Tengah, akhirnya kami minta untuk putar balik ke terminal awal yakni Cirebon,” kata Kasat Lantas AKP Bakti Kautsar Ali, Sabtu 25 Apil 2020.    

Lebih lanjut menurutunya, selain bus AKAP mamupun AKDP,  kendaraan pribadi juga tak luput dari pemeriksaan terutama kelengkapan surat-surat dan KTP pengemudi.

“Kita periksa surat-suratnya  dan KTP, sambil memberi himbauan dan memberikan shockterapi bahwa di Kota Tegal sedang diberlakukan PSBB,” ujarnya.

Kautsar mengatakan, Jajaran Satlantas Polres Tegal Kota mendirikan posko Operasi Ketupat Candi 2020 di Terminal Bus Kota Tegal, Jawa Tengah, untuk penyekatan kendaraan menyusul larangan mudik oleh Pemerintah Pusat efektif mulai Jumat  24 April 2020.

Ditegaskan, semua kendaraan dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dari arah barat seperti Jawa Barat, Jakarta, Tanggerang, Bogor, Depok, dan lainnya akan diperiksa.

"Giat penyekatan di Terminal Kota Tegal. Semua kendaraan yang TNKB dari Jabar dan Jabotabek kita periksa," tegasnya.

Seperti diketahui, larangan mudik 2020 telah diatur dalam Permenhub No. 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 H dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19.

Aturan dibuat sebagai tindaklanjut instuksi Presiden Jokowi untuk larangan penggunaan transportasi mudik, khususnya di sektor darat, mulai 24 April hingga 31 Mei 2020.

Hanya saja berlaku untuk mencegah kendaraan keluar dan masuk wilayah PSBB, zona merah virus corona, dan wilayah aglomerasi yang telah ditetapkan sebagai wilayah PSBB.

 


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita