Sabtu, 18/04/2020, 09:21:09
Kota Tegal PSBB, Walikota: 5000 Warga Berpotensi Menjadi Pemudik
Laporan Riyanto Jayeng

Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono (kiri) dan Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi memberi keterangan terkait pelaksanaan PSBB. (Foto: Dok/Jayeng)

PanturaNews (Tegal) - Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono menegaskan akan kembali menutup 5 titik akses masuk wilayah Kota Tegal dan dilakukan pemadaman lampu Penerangan Jalan Umum ( PJU) selama penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan dimulai 23 April sampai 23 Mei 2020.

Hal itu ditegaskan oleh Walikota yang sekaligus bertindak sebagai Ketua Tim Gugus Penanganan Covid 19 dalam rapat persiapan pelaksanaan PSBB Kota Tegal, di Gedung Adipura, Komplek Balai Kota Tegal, Jumat 17 April 2020.

"Jelang Idul Fitri mendatang, ada sekitar 5000 warga Kota Tegal yang berpotensi menjadi pemudik. Sebagai bentuk kewaspadaan, maka Kota Tegal yang sudah berstatus PSBB dalam penanganan Covid 19 akan mempersiapkan keperluan yang nanti dibutuhkan," jelasnya.

Untuk segala antisipasi, menurutnya pintu masuk ke kota hanya satu pintu yaitu di depan Kantor Dinas Kesehatan Jalan Proklamasi. Sedangkan lima akses masuk Kota Tegal yang pada saat isolasi wilayah lalu ditutup dan kini sudah dibuka lagi, nanti akan ditutup kembali. Lampu jalan j dipadamkan total mulai tanggal 22 April 2020 malam.

“Pelaksanaan PSBB akan dilakukan selama dua tahap, masing-masing tahapan PSBB adalah selama masa inkubasi Covid-19 yakni 14 hari ditambah 1 hari persiapan sehingga satu tahap selama 15 hari dan maksimal dilaksanakan selama dua tahap,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi menyampaikan, merujuk pada pelaksaan PSBB yang sudah berjalan di sejumlah daerah maka ada hal-hal yang perlu dipahami bersama, diantaranya selama pelaksanaan PSBB seluruh kegiatan sosial budaya dilarang.

Jumadi mengatakan, seluruh sekolah diliburkan, transportasi dengan penumpang melakukan physical distancing, ojek online hanya boleh membawa barang bukan orang,  kegiatan keagamaan yang menghimpun orang banyak sementara tidak diperbolehkan dan untuk pemakaman yang bukan penderita Covid-19, pelayat tidak boleh lebih dari 20 orang.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita