Rabu, 08/04/2020, 21:20:29
Ditengah Wabah Corona, Banyak Warga Menjual Perhiasan Emas
LAPORAN NINO MOEBI

Ditengah wabah corona, warga menjual emas untuk memenuhi kebutuhan, sementara para pembeli sepi. (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Ditengah wabah Vocid-19, untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sejumlah warga terutama kaum ibu-ibu di Kota Tegal, Jawa Tengah, terpaksa menjual perhiasan emas miliknya.

"Saya menjual simpanan perhiasan emas untuk kebutuhan. Saat beli enam tahun lalu sebesar Rp 385 ribu per gramnya. Sekarang karena lagi butuh saya jual perhiasan saya seberat 3 gram, dihargai Rp 610 ribu per gramnya," kata warga Tegal, Rohyani (38) usai menjual perhiasan.

Harga perhiasan emas di Toko Emas Kresno Jalan A Yani Kota Tegal pada Rabu 8 April 2020 sebesar Rp 625 ribu per gram. Sedangkan untuk warga yang hendak menjual dihargai Rp 610 ribu per gram.

Menurut karyawan Toko Emas Kresno, Angelia (23), harga emas untuk saat ini Rp 625 ribu per gram. Apabila ada warga yang mau jual dihargai Rp 610 ribu per gramnya. Harga tersebut sejak wabah corona di Kota Tegal.

"Semenjak wabah Corona banyak warga yang jual perhiasannya. Kenaiakan harga memang tidak tiap hari sih. Hari ini warga yang beli dan yang jual perhiasan lebih banyak warga yang jual mencapai 70 persen," kata Angelia.

Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI) Cabang Tegal, Hilal AR ditemui di Toko Emas Keris mengatakan, pasar saat ini sedang lesu. Sebelum wabah Corona memang sudah agak lesu, ditambah saat ini tambah lesu lagi.

"Untuk animo pembeli di Kota Tegal dan Karesidenan Pekalongan hilang sekitar 40 persen. Kelesuan pembeli akibat memang perekonomian sedang lesu, ditambah dengan akibat pengaruh dari wabah Covid-19," kata Hilal.

Sekitar 125 anggota yang tergabung saat ini di APEPI meliputi Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupate Brebes.

"Dalam situasi seperti ini sikap asosiasi tetap mensuport anggotanya, terutama dari perpajakan dikurangi karena memang jual beli sedang berkurang," pungkas Hilal.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita