Selasa, 07/04/2020, 21:39:04
Pemudik Mulai Berdatangan, Jumlah ODP Corona di Brebes Meningkat
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) -  Jumlah pemudik dari perantauan yang pulang kampung ke Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, meningkat menjadi 44.000 orang dibanding pekan lalu. Hal itu membuat angka orang dalam pemantauann (ODP) virus korona atau covid-19 ikut meningkat.

"Saat ini, jumlah ODP di Kabupaten Brebes sudah mencapai 1.512 orang," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes, dr. Sartono melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Imam Budi, Selasa 7 April 2020.

Menurut Imam, pada pekan lalu, jumlah ODP masih di bawah 1.000 orang. "Meningkatnya jumlah ODP di Kabupaten Brebes, ini karena banyaknya pemudik dari beberapa kota zona merah Covid-19 yang pulang kampung secara massal, " terangnya.

Berdasarkan, data saat ini, hingga kini tercatat 1.512 ODP dengan 350 orang diantaranya berstatus selesai pemantauan. Sementara, pemudik yang pulang kampung ke Brebes saat ini, jumlahnya mencapai 44.000 orang.

Peningkatan juga terjadi terhadap jumlah pasien dalam pengawasan (PDP). Jika sebelumnya hanya 28 orang, hari ini bertambah menjadi 36 orang. Antara lain 21 orang masih menjalani perawatan, dan 15 orang lainnya sudah diperbolehkan pulang. Warga yang terkonfirmasi positif covid-19 nihil.

Untuk mengantisipasi itu, sejumlah posko pemeriksaan disiagakan di beberapa titik perbatasan Brebes. Ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan bagi pemudik yang baru tiba di Brebes

“Di tingkat desa, setiap pemudik yang baru datang juga didata dan diperiksa kesehatannya. Ini kami lakukan semata-mata sebagai upaya pencegahan dan antisipasi,” pungkasnya.

Dijelaskannya, sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah, semua pemudik dari zona merah wajib masuk kategori ODP, dan harus melakukan karantina mandiri selama14 hari.

"Jadi, sesuai standar operasional prosedur (SOP), mereka (para pemudik) yang baru datang dari zona merah harus masuk ODP, dan dilakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita