Selasa, 07/04/2020, 17:08:40
Penanganan Corona Terhambat Anggaran yang Belum Turun
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Kepala BLUD UPT Puskesmas Bumiayu menunjukkan bantuan APD dari pengusaha butik. Pembagian masker kepada masayarakat pekerja informal (Foto: Dok. Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Anjuran pemerintah agar masyarakat lebih banyak tinggal di rumah dan melakukan social distancing atau jaga jarak agar dapat menghindari wabah Corona Virus Desease 2019 atau Covid-19, terus disosialisasikan Puskesmas Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Sosialisasi kepada masyarakat tersebut dilakukan oleh tim Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Bumiayu, kepada masyarakat terutama para pekerja informal. Upaya itu juga tidak selalu berjalan mulus, bahkan harus menghadapi hambatan dan kendala terutama anggaran yang belum turun.

"Sosialisasi terus kami lakukan terutama pada para pekerja informal seperti tukang ojak, tukang becak dan juga pedagang kaki lima di Bumiayu," ujar Kepala BLUD UPT Puskesmas Bumiayu, dr Ali Budiarto, Selasa 07 April 2020.

Menurut Ali, kendala yang dihadapi belum diberikannya anggaran atau pun barang yang dapat didistribusikan secara langsung untuk kegiatan sosialisasi dan kegiatan pencegahan Covid-19.

"Kendalanya Pemerintah Kabupaten Brebes maupun Gugus Tugas Covid belum memberikan angaran ataupun barang untuk di distribusikan secara langsung," ungkap Ali.

Dikatakan, kemampuan anggaran BLUD Puskesmas hanya untuk kegiatan promotif dan preventif pada masyarakat.

"Kemampuan BLUD Puskesmas sangat terbatas, hanya untuk promotif agtau preventif saja," ujar Ali.

Karenanya, Ali menyampaikan banyak terimakasih pada para donatur yang telah berperan aktif membantu mengedukasi masayarakat dan juga membagikan bantuan masker. han sanitizer atau lainnya pada masyarakat.

Ditambahkan, pihaknya berharap kebutuhan masker dapat segera dipenuhi oleh Pemkab Brebes, terlebih saat ini penggunaan masker sudah diwajibkan dan akan terus disosialisasikan.

Puskesmas Bumiayu sudah beberapa kali membagikan masker, tapi itu belum maksimal dan hanya sebagai stimulan agar masyarakat tahu pentingnya menjaga kesehatan.

"Donatur sduah banyak yang bergerak, maka mestinya Pemkab jangan kalah cepat dengan para donatur, baik organisasi provesi maupun pribadi," pungkas Ali.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita