Selasa, 07/04/2020, 16:35:09
Rapat Satgas Covid-19 Kota Tegal Digelar di Bawah Terik Matahari
LAPORAN NINO MOEBI

Rapat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tegal yang dihadiri 50 orang dilakukan dibawah terik matahari di depan halaman Pendopo Balaikota Tegal. (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Tegal, Jawa Tengah, melakukan rapat terbuka dibawah terik matahari di depan halaman Pendopo Balaikota Tegal, Selasa 7 April 2020.

Rapat terbuka di luar ruangan sengaja dilaksanakan dibawah terik matahari, untuk mendapat sinar matahari dan tempat duduk pun dibuat untuk jaga jarak aman. Rapat diluar ruangan dimulai pukul 09.45 WIB dan berkahir pukul 11.45.

Rapat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tegal, diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal dihadiri 50 orang dipimpin oleh Walikota Tegal yang sekaligus Ketua Gugus Tugas, Dedy Yon Supriono didampingi Wakil Walikota Tegal Jumadi, Sekda Kota Tegal, Johardi, Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Habib Ali Zaenal Abidin.

Hadir pula Dandim 0712/Tegal, Letkol Inf Richard Arnold Yeheskel Sangari, Danlanal Tegal Letkol (Mar) Ridwan Azis, Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah, Kajari Kota Tegal, I Made Suwarjana, Ketua Pengadilan Negeri Kota Tegal Djoni Witanto, Kasdim 0712/Tegal Mayor inf Ahmad Aziz, Waka Polres Tegal Kota Kompol Joko Wicaksono, Para Danramil Kota Jajaran Kodim 0712/Tegal,

Para Kapolsek Jajaran Polres Tegal Kota, para Staf Ahli dan Asisten Walikota Tegal, Para Kepala OPD jajaran Pemkot Tegal, para Camat dan Lurah seluruh jajaran se Kota Tegal.

Walikota Tegal menyampaikan, melihat perkembangan saat in, terkait dengan jumlah pemudik yang dari Kota Tegal sejumlah 5000 orang, akan tetapi Kota Tegal menjadi pusat daerah sekitar yang lain.

“Dengan kita menjadi pusat kota ini, tentunya sangat berbahaya, orang yang merantau ke Jakarta dari beberapa wilayah sekitar Kota Tegal akan datang ke Kota Tegal sebagai pembawa virus,” katanya.

Menurut walikota, menjelang lebaran banyak orang daerah sekitar yang akan berbelanja di Kota Tegal, dengan kondisi seperti itu, maka Kota Tegal dikategorikan sangat berbahaya, hal ini tidak bisa diremehkan.

"Saya merasa pengawasan ini tidak cukup, bagaimana pengawasan dapat dikategorikan cukup kalau masyarakat sendiri menyepelekan atau masa bodoh. Saya harap sebagai gugus tugas bertanggung jawab, dan masyarakat juga menyadari bagaimana berbahayanya Covid-19," tutur Dedy Yon.

Walikota menyadari bahwa tenaga medis ada batasnya, begitu juga ruang isolasi yang terbatas, masyarakat harus menyadari hal tersebut. Pemkot Tegal berharap agar jajaran Forkopimda memberikan saran dan usul serta dari jajaran satgas gugus tugas penanganan Covid-19, agar melaporkan hal-hal yang kurang secara terperinci.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita