Selasa, 07/04/2020, 07:45:11
Di Tengah Wabah Corona, Dua Bocah di Brebes Meninggal Diserang DBD
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Di Tengah wabah virus corona atau Covid-a9, dua bocah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, meninggal akibat diserang nyamuk aedes aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes, dr. Sartono mengatakan kasus DBD di daerahnya jumlahnya cukup tinggi. Adapun, dua penderita yang meninggal dunia tersebut merupakan warga Kecamatan Brebes.

"Dua penderita DBD yang meninggal dunia itu masih berusia anak-anak, dan merupakan warga Kecamatan Brebes. Untuk itu, kami akan berupaya mendorong dalam peningkatan kegiatan preventif," ujar Sartono, Senin 6 April 2020.

Berdasarkan data yang ada, lanjut Sartono, jumlah kasus penderita DBD pada bulan Februari mencapai 44 kasus. Sedangkan bulan Maret jumlahnya mencapai 24 kasus.

"Selama dua bulan terakhir ini, jumlah kasus DBD di Kabupaten Brebes mencapai 68 kasus. Termasuk dua penderita diantaranya meninggal dunia," terang Sartono.

Terkait dengan kegiatan preventif, imbuh Sartono, diantaranya pihak puskesmas diminta untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk, baik di rumah, tempat umum maupun rumah ibadah.

"Untuk sebaran kasus DBD tahun ini merata di 17 Kecamatan di Kabupaten Brebes. Sebelumnya kasus DBD paling banyak ditemukan di wilayah utara dan tengah, tapi sekarang di wilayah selatan juga banyak ditemukan kasus DBD," jelasnya.

Selain itu, juga sebagai upaya antisipasi lainnya, dengan melakukan pengasapan untuk membasmi sarang nyamuk yang akan berlangsung selama 14 hari ke depan. Disis lain, masa inkubasi dari terinfeksinya virus dengue, bisa terjadi dalam waktu 4-8 hari setelah digigit oleh nyamuk perantara virus.

Sedangkan gejala DBD diantaranya, demam tinggi mendadak hingga beberapa jam, sakit kepala, pegal linu, mual, nyeri sendi bintik-bintik merah pendarahan di gusi, mimisan, hingga sakit perut.

Ia menegaskan meski DBD bisa diobati, tetapi penanganan yang terlambat juga dapat menyebabkan pasien berakhir dengan kehilangan nyawa.

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk diperhatikan kunci utamanya. Mengingat, gejala penyakit DBD adalah demam tinggi yang mendadak dan disertai dua atau lebih gejala lainnya," paparnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita