Minggu, 05/04/2020, 17:51:15
Ditengah Wabah Corona, Ekspor Sarung Tegal Malah Meningkat
LAPORAN NINO MOEBI

Para pekerja sibuk mengerjakan sarung Gayor karena permintaan ekspor yang meningkat. (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Ditengah wabah virus corona atau Covid-19, ternyata tidak berpengaruh pada produksi sarung dalam negeri. Bahkan permintaan untuk ekspor sarung tenun Goyor produksi Kota Tegal meningkat hingga 20 persen.

"Pengaruh hanya di delivery saja. Kalau permintaan, karena sarung adalah setahun sekali, permintaan masih banyak cuma pending delivery saja. Malah permintaan untuk ekspor meningkat sampai 20 persen," kata pemilik Pabrik Sarung Tenun Goyor Kota Tegal, Jawa Tengah, Jamaludin di kantornya, Minggu 5 April 2020.

"Ekspor terbesar ke Afrika dengan permintaan corak warna khas yang ngejreng, ke Timur Tengah dan ke Mianmar," tutur Jamal.

Dengan adanya wabah Corona, 200 karyawan tetap mengerjakan tenun di pabrik dan 200 mengerjakan di rumah. Menurut Jamal, dia berlatih untuk bersabar, tawakal dalam menghadapi apa yang ada di diri.

“Kita instropeksi diri, perusahaan harus lebih efesien,” ujarnya.

Jamal mengaku mulai awal bulan Maret 2020 Indonesia ada positif Corona, semua unit terutama di pabrik sudah ada persiapan penerapan kebersihan untuk keseluruhan, termasuk pengecekan suhu badan, mendatangkan tenaga medis selama satu minggu.

Untuk membantu pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19, perusahaan memberikan kebijakan dengan mengantar beberapa mesin tenun ke rumah 200 karyawan, agar bisa mengerjakan tenun di rumah masing-masing.

Jamal mengaku, cuma satu saja kadang ada hambatan terkait simpang siur masalah informasi kebijaksanaan dari pemerintah. Jamal mencontohkan, kadang pemerintah memberi informasi seperti ini tapi di lapangan berbeda.

“Semoga pemerintah cepat menangani Covid-19. Kitapun mendukung keputusan pemerintah seperti di Kota Tegal menerapkan Local Lockdown, kita mendukung dengan karyawan bekerja di dari rumah, 20 persen karyawan kerja di kantor dan 80 persen kerja di rumah. Itu tidak mengurangi produksi," pungkas Jamal.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita