Sabtu, 04/04/2020, 18:14:03
Soal Penjualan Paket Sembako, Bulog: Ini Bukan Program Bantuan
LAPORAN NINO MOEBI

Penjualan paket sembako dari Bulog sepintas seperti bantuan, mungkin karena pembungkusnya pakai kantong plastik. (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Beberapa warga Kota Tegal, merasa kecewa dengan adanya paket sembako yang telah beredar di masyarakat, ternyata harus bayar. Pengertian warga pembagian paket sembako adalah gratis dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal dengan diberlakukan isolasi wilayah.

Menanggapi persoalan tersebut, General Manager Perum Bulog Kantor Cabang Pekalongan di Tegal, Jawa Tengah, Arie Apriansyah, Sabtu 4 April 2020 menyampaikan, penjualan paket sembako dari Bulog sepintas seperti bantuan, mungkin karena pembungkusnya pakai kantong plastik, jadi mirip bantuan padahal itu bukan.

Paket sembako yang saat ini sedang didistribusikan kepada warga masyarakat Kota Tegal, itu bukan program atau subsidi dari Pemerintah Kota Tegal, tapi memang penawaran dari Bulog bekerjasama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tegal. Bulog menawarkan kepada warga masyarakat Kota Tegal yang mau beli.

“Itu sifatnya penawaran kepada masyarakat, siapa yang berminat membeli ada dua jenis paket,” Arie Apriansyah.

Diterangkan, Paket I dengan harga Rp 86.000 berisi 5 kg beras premium (Rp 52.500), 2 kg gula pasir (Rp 21.500), 1 liter minyak goreng (Rp 11.500) dan distribusi kemasan Rp 1.000. Paket II dengan harga Rp 76.000 isi 5 kg beras (Rp 42.500), 2 kg gula pasir (Rp 21.500) dan 1 liter minyak goreng (Rp 11.500) dan distribusi kemasan Rp 1.000.

"Guna dan tujuan sebenarnya untuk mendekatkan pangan ke masyarakat, jadi masyarakat tidak perlu ke pasar. Itu untuk menghindari kerumunan seperti himbauan dari pemerintah untuk menghindari penyebaran Covid-19," tutur Arie Apriansyah.

Himbauan kepada masyarakat sebenarnya tidak perlu panik buying, keadaan ini dalam memerangi Covid-19 menjadi perhatian semua. Bulog sesuai dengan fungsinya, khususnya dari pemerintah untuk menstabilkan dan mengisi ketersediaan beras khususnya di Kota Tegal.

Ditegaskannya, masyarakat jangan salah persepsi, bahwa pembagian itu sudah pasti bantuan. Mungkin Pemerintah Kota nantinya punya program sendiri. Yang jelas program Bulog penawaran saja, dan membantu program perintah disaat suasana memerangi Covid-19.

"Ketersediaan stok beras yang ada di Bulog saat ini relatif aman yakni 20.009 ton. Jumlah tersebut bisa memenuhi untuk kebutuhan sekitar 286.376 penduduk Kota Tegal hingga 6-7 bulan mendatang," pungkas Arie.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita