Jumat, 03/04/2020, 13:38:11
Pemerintah Kota Tegal Buka Lima Beton Penutup Jalan, Ini Alasanya
LAPORAN NINO MOEBI

Setelah beton penutup jalan dibuka, pemeriksaan orang yang masuk Kota Tegal makin diperketat. (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah, telah membuka beton Movable Conrete Barrier (MCB) penutup di beberapa ruas jalan protokol di dalam Kota Tegal, Kamis 2 April 2020 malam.

Berikut penjelasan dari Wakil Walikota Tegal, M. Jumadi didampingi Sekda Kota Tegal yang juga Kepala Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Covid -19 Kota Tegal, Johardi, saat peninjauan sejumlah Pos Pemeriksaan Jumat 3 April 2020.

"Kenapa kita buka, alasan pertama adalah hasil evaluasi kemarin pada rapat dengan dinas terkait, memang ternyata satu akses untuk masuk Kota Tegal yang ada di Jalan Proklmasi tidak cukup. Untuk itu kita perlu buka akses empat pintu masuk lagi. Jadi ini Jalan Teuku Umar salah satu akses jalan perbatasan Kota dan Kabupaten Tegal," terang Jumadi.

 

Menurut Jumadi, dibukanya Jalan Teuku Umar adalah langkah tepat. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan yang berdampak pada antrian kendaraan hingga sepuluh mobil, masih dalam batas kewajaran dalam suatu antrian.

Perlu disampaikan, apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tegal, Walikota Tegal, tetap seperti semula. Hanya lima jalan yang tadinya ditutup, dibuka hanya setengahnya untuk dikontrol atau pemeriksaan kesehatan semua yang hendak masuk ke wilayah Kota Tegal.

"Kita kontrol dan periksa suhu badan seluruh penumpang yang ada di kendaraan. Hal itu agar yakin semua yang masul wilayah Kota Tegal benar-benar sehat," tutur Jumadi.

Apabila ada orang saat diperiksa suhu badannya lebih dari 38, maka akan dibawa ke rumah sakit terdekat. Untuk kendaraan yang hendak keluar, diberi kebebasan tanpa pemeriksaan.

Kenapa divaluasi, menurut Jumadi, dengan cepat karena memang kita tidak punya parameter harus dan melihat kemana. Artinya, apa yang dilakukan oleh Walikota Tegal, sudah tepat. Untuk itu evaluasi yang cepat, yang cermat dan yang smart dan langsung dilakukan.

“Kita tidak menunggu lagi. Hasil evaluasi kalau memang empat pintu lagi harus dibuka ya dibuka,” tegas Jumadi.

"Tidak ada yang berubah, hanya kita kontrol lebih ketat ditambah empat pintu masuk baru, jadi jumlahnya ada lima pintu masuk," tambah Jumadi.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita