Kamis, 02/04/2020, 22:47:54
Beton Digeser, Dewi Aryani: Walikota Tegal Akhirnya Taat Pempus
LAPORAN SL. GAHARU

Beton MCB yang menutup akses jalan dalam Kota Tegal digeser. (Foto: Dokumen/Istimewa)

PanturaNews (Tegal) - Malam ini akhirnya beton pembatas jalan provinsi dan antar Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes dan Kota Tegal, Jawa Tengah, akhirnya di geser bersih. Penggeseran beton, adalah langkah yang tepat dan Walikota Tegal sudah patuh kepada Pemerintah Pusat (Pempus).

“Apalagi jalan yang di tutup dengan beton adalah sebagian jalan provinsi dan antar kota-kabupaten,” ujar Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PDI Perjuangan, Hj. DR. Dewi Aryani, M.Si melalui pesan Washap, Kamis 02 April 2020 pukul 22.00 WIB.

Diketahui, Walikota Tegal, Dedy Yon Supriono resmi melakukan Isolasi Wilayah dengan penutupan beberapa akses jalan dalam Kota Tegal dengan beton Movable Conrete Barrier (MCB), Minggu 29 Maret 2020.

Dikatakan Doktor ahli kebijakan publik dan bisnis dari Universitas Indonesia (UI) ini, pelaksanaan karantina wilayah di Kota Tegal, harus dievaluasi dan menyesuaikan dengan Peraturan Pemerintah (PP) dan Keputusan Presiden (Keppres) yang telah terbit.

“Tinggal menunggu Peraturan Menteri (Permen) sebagai rujukan semua pemerinta daerah (pemda) termasuk Kota Tegal,” tutur Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.

Lebih lanjut dikatakan Dewi Aryani, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan PP dan Perpres terkait kekarantinaan wilayah, dan meminta syarat-syarat detail mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) segera dituangkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan.

“Tinggal nanti Menteri Kesehatan segera mengatur lebih rinci dalam Permen, apa kriteria daerah-daerah yang bisa diterapkan PSBB. Angka apa yang bisa diterapkan oleh daerah,” jelas politisi dari Dapil Jawa Tengah IX.

Pemerintah pusat, lanjutnya, telah menetapkan status kedaruratan kesehatan masyarakat dan PSBB sebagai rujukan bersama dan mulai dari presiden, menteri, gubernur, bupati, walikota sampai kepala desa, lurah harus satu visi yang sama.

“Pemda tinggal tunggu Permen yang nantinya menjadi rujukan bersama. Satu komando melawan corona akan membuat kita semua memiliki jiwa gotong royong yang nyata. Tidak ada yang boleh menentang pemerintah pusat, karena pemda bukan negara bagian, kita semua adalah satu, NKRI,” tandas Dewi Aryani


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita