Kamis, 02/04/2020, 21:53:45
Pintu Masuk RSUD Kardinah Dibeton, Motor Antri Terebos Beton
LAPORAN JOHARI

Macet depan Kardinah

PanturaNews (Tegal) – Marah campur kesal mungkin itu yang dirasakan  pengguna jalan ketika sampai di Jalan Sultan Agung, tepatnya di depan pintu masuk atau pintu kelur RSUD Kardinah, karena terhalang beton. Antrian panjang sepeda motor tak terelakan untuk menerobos beton, sedangkan kendaraan roda 4 (mobiL) harus putar balik atau mencari jalan alternatif. Hal itu setelah ada kebijakan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono yang memberlakukan Isolasi wilayah atau karantina wilayah, mulai 30 Maret – 30 Juli 2020.  

Menurut juru parkir, Wahidin (55) warga Jalan Sultan Agung, mengatakan dengan adanya pemasangan dua penyekat di traffic light menggunakan concrete bariers (CB) dan beton di depan pintu keluar   RSUD Kardinah, Jalan Sultan Agung, membuat kendaraan roda 4 dari Kabupaten Tegal dan dari dalam Kota Tegal, tidak bisa masuk melalui Jalan Sultan Agung.  Semuanya melalui pintu masuk di Jalan KS Tubun.

 “Kendaraan roda empat tidak bisa masuk lewat Jala Sultan Agung, kalau pasein dari Kabupaten Tegal tinggal belok kiri namun pasien dari dalam kota harus mencari jalan tikus yang jaraknya lebih jauh,” kata Wahidin, Kamis 02 April 2020.

Lebih lanjut kata Wahidin, dengan adanya pemasangan beton, sudah dua sepeda motor menjadi korban karena menabrak beton pada malam hari. Pasalnya, jika malam lampu penerangan jalan umum (PJU) dipadamkan tentunya menjadi gelap gulita.
“Sudah dua sepeda motor terjungkal karena menabrak beton, soalnya kalau malam gelap pengendara tak sadar jika di depan ada beton,” imbuhnya.

Pengemudi Taxi online, yang kebetulan membawa pasien dalam keadaan kritis untuk dibawa ke RSUD Kardinah terpaksa putar balik mencari jalan alternative, karena jalan terhalang beton. “Pak tolong dibuka,  saya membawa pasien kritis,” pinta sopir taxi online.

Namun permintaan itu tak disanggupi warga, karena betonannya terlalu berat. Warga hanya bisa  menggerutu atas kebijakan wali kota.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyo belum bisa dikonfirmasi terkait pemasangan beton di depan pintu keluar dan pintu masuk RSUD Kardinah, yang mengakibatkan kemacetan dan pasien harus balik arah.

Perlu diketahui Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mulai 30 Maret -30 Juli 2020 memberlakukan Isolasi wilayah atau karantina wilayah. Dengan menutup semua akses kedalam kota menggunakan beton. Kebijakan Isolasi wilayah, guna mengantisipasi merebaknya virus korona masuk ke Kota Tegal. Dan juga mensukseskan program pemerintah pusat dengan social distancing. Kebijakan itu menuai pro dan kontra, baik dari masyarakat maupun dari legeslatif.

Pasalnya, akibat penutupan jalan menggunakan benton  ada sebagain warga Kota Tegal yang terisolir dan tentunya susah untuk mencari nafkah. Karena 95 persen jalan tertutup beton, sehingga warga kesulitan untuk melakukan aktifitas keseharian.

Sedangkan Ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro ST mengatakan kebijakan Isolasi wilayah tergesa-gesa karena banya rakyat yang dirugikan dan tidak sesuai dengan peraturan pemerintah (PP) Nomor 21 tahun 2020, sebagi acuan mekanisme penerapan pembatasan sosial berskala besar. Setelah dapat protes dari warga, malam harinya beton digeser.

     

   


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita