Minggu, 29/03/2020, 11:57:06
Lawan Corona, Dewi Aryani: Bisa Terapkan Pendekatan Pentahelix
LAPORAN SL. GAHARU

Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PDI Perjuangan, Hj. DR. Dewi Aryani, M.Si

PanturaNews (Tegal) - Untuk percepatan penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), bisa dilakukan dengan menerapkan kembali pendekatan pentahelix dalam penanganan bencana nonalam ini.

Hal itu dikatakan Anggota DPR RI Komisi IX, Hj. DR. Dewi Aryani, M.Si yang akrab disapa DeAr melalui pers rilisnya, Minggu 29 Maret 2020 siang.

Menurut Dewi Aryani, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), perlu menerapkan kembali pendekatan pentahelix dalam penanganan penyebaran virus corona di Indonesia.

“Pak Doni pernah menerapkan pendekatan pentahelix ketika merekonstruksi dan merehabilitasi bencana di Indonesia,” tutur Doktor Administrasi Kebijakan Publik dan Bisnis Universitas Indonesia.

Dijelaskan pilitisi PDI Perjuangan dari Dapil Jawa Tengah IX ini, saat ini pendekatan pentahelix bisa dilakukan kembali, dengan melibatkan komunitas dan kelompok masyarakat hingga lingkungan RT/RW yang dimonitor langsung oleh Ketua Gugus di tingkat desa.

“Pendekatan pentahelix bisa diaplikasikan untuk penanganan bencana biologis virus corona,” ujar Dewi Aryani.

Jadi, lanjut Dewi Aryani, perlu kerja sama semua sektor dengan lebih mengutamakan semangat kegotongroyongan seluruh sumber daya dan kearifan lokal, dalam penanganan Coronavirus Disease 2019.

Dengan demikian, katanya lagi, masyarakat di lingkungan RT dan RW, digugah semangatnya bergotong royong melawan virus corona bersama-sama. Gotong royong berbasis komunitas atau lingkungan ini, perlu dikedepankan. Misalnya, menjaga lingkungan masing-masing dengan memberlakukan social distancing (jarak sosial) dengan penuh kedisiplinan.

“Bencana nonalam yang melanda Indonesia adalah musibah bersama. Oleh karena itu, semua pihak tidak hanya angkat bicara, tetapi perlu secara disiplin menjalankan aturan pemerintah, yaitu social distancing dan physical distancing,” saran Dewi Aryani.

Ditambahkan Dewi Aryani, bahwa Pemerintah harus menyegerakan PP atau peraturan presiden, sehingga kepala daerah dan masyarakat memiliki landasan hukum yang jelas dalam melakukan keputusan-keputusan saat ini, terutama ketika kepala daerah hingga kepala desa harus melakukan keputusan karantina wilayah meluas ataupun karantina suatu lingkungan di tiap desa.

Jika Pemerintah jadi menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Karantina Wilayah, Dewi optimistis pemberlakuan karantina wilayah oleh pemerintah daerah masing-masing akan maksimal dan efektif.

“Masyarakat ikut andil sesuai dengan kearifan lokal masing-masing, apalagi mereka pada dasarnya sudah tahu akan bahaya virus corona.” Harap Dewi Aryani.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita