Minggu, 29/03/2020, 10:48:23
Dampak Lockdown: Jutaan Pekerja Migran Terancam Kelaparan
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Ilustrasi buruh migran Indonesia. Foto 2: (kanan) Ketua Umum Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila, Jamaludin Suryahadikusuma. (Foto: Dok/Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Sekitar 2 juta lebih Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di negara Malaysia terancam kelaparan. Bahkan, sakit karena tidak memiliki uang untuk membeli makanan.

Mereka yang bekerja, baik sebagai Penata Laksana Rumah Tangga maupun di perkebunan juga terancam kelaparan, karena dirumahkan sementara oleh majikannya di Negeri Jiran itu. Hal itu akibat dampak lockdown yang diberlakukan oleh Pemerintah Malaysia untuk mencegah penyebaran wabah virus corona.

“Ada 2 juta lebih PMI di Malaysia terancam kelaparan, sakit, dan tidak memiliki uang untuk membeli makanan. Itu akibat dampak lockdown yang diberlakukan Pemerintah Malaysia," ujar Ketua Umum Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila, Jamaludin Suryahadikusuma dalam press realisnya di Jakarta, Minggu 29 Maret 2020.

Jamaludin mendesak kepada Menteri Tenaga Kerja (Menaker), untuk segera bertindak cepat membentuk Tim Terpadu Penanggulan PMI Terancam Lockdown di Malaysia. Termasuk di sejumlah negara lainnya.

Menurut Jamal, 2 juta PMI yang ada di Malaysia itu, baik yang bekerja secara prosedural maupun non prosedural. Mengingat, jumlahnya banyak, maka Badan Buruh Pemuda Pancasila juga meminta Menaker tidak sendirian mengurus PMI di 167 negara penempatan, baik yang bekerja di darat maupun di laut.

Tim terpadu tersebut harus lintas kementrian dan lembaga, pusat dan daerah serta melibatkan peran Perusahaan Penempatan PMI seperti Apjati dan masyarakat.

“Kami juga meminta Menaker untuk segara melakukan upaya konkrit, masalahnya Pemerintah Malaysia yang sudah memperpanjang masa lockdown hingga 14 April mendatang dari semula hanya sampai 31 Maret,” terang Pemuda kelahiran Kabupaten Brebes ini.

Selain Malaysia, lanjut Jamal yang juga mantan Anggota Satgas TKI ini, juga meminta Pemerintah melalui Kementerian Ketanagakerjaan agar segera mendata PMI yang bekerja di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah, yang kemungkinan terjebak lockdown pencegahan virus corona. Secara keseluruhan saat ini ada sekitar 9 juta PMI yang bekerja di seluruh dunia.

“Karena jumlahnya sangat besar, kami juga meminta agar Presiden Joko Widodo memimpin program penyelamatan PMI yang kelaparan. Termasuk kemungkinan jika negara penempatan memaksa pemulangan, maka pemerintah harus siap memulangkannya,” harap Jamal.

Terkait hal itu, ada 3 (tiga) permintaan Badan Buruh dan Pekerja PP kepada Menaker Ida Fauziah.

Pertama, Badan Buruh dan Pekerja PP meminta pemerintah Indonesia untuk turun tangan berkordinasi dengan pemerintah Malaysia. Kemudian, Badan Buruh dan Pekerja PP juga akan berkoordinasi dengan organisasi pemuda di Malaysia, untuk membantu PMI yang terjebak lockdown di negeri Jiran.

Kedua, bagi perusahaan pengirim Pekerja Migran ke Malaysia agar memantau pekerja migrannya dan memberikan bantuan.

Ketiga, Badan Buruh dan Pekerja PP siap menjadi fasilitator untuk pengumpulan dana (fund raising), bagi PMI korban lockdown di semua negara penempatan.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita