Sabtu, 28/03/2020, 22:11:36
Dewi Aryani: PP Karantina Wilayah Bisa Jadi Pegangan Daerah
LAPORAN SL. GAHARU

Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PDI Perjuangan, Hj. DR. Dewi Aryani, M.Si

PanturaNews (Tegal) - Untuk menjalankan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, perlu adanya Peraturan Pemerintah (PP). Karena itu, Anggota DPR RI Komisi IX, Hj. DR. Dewi Aryani, M.Si mendukung pemerintah yang segera menerbitkan PP tentang Karantina Wilayah.

"Mudah-mudahan PP Karantina Wilayah ini segera terbit, sehingga bisa menjadi pegangan pemerintah daerah dalam percepatan penanganan Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19," kata Dewi Aryani saat dihubungi, Sabtu 28 Maret 2020 malam.

Menurut Doktor Administrasi Kebijakan Publik dan Bisnis Universitas Indonesia ini, bahwa karantina wilayah sebenarnya sudah diatur dalam UU No.6 Tahun 2018. Dalam aturan itu menjelaskan hal-hal seperti pembatasan perpindahan orang, atau pembatasan kerumunan orang demi keselamatan bersama.

Selain penerbitan PP, Dewi Aryani juga memandang perlu memangkas egossektoral dalam menghadapi situasi terkait dengan virus corona. Kemudian Pemerintah memberi kewenangan penuh kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo untuk menangani wabah ini di seluruh Indonesia.

“Saat ini perlu langkah cepat untuk menyelamatkan rakyat. Penekanannya adalah memutus rantai penyebaran di semua wilayah, terutama daerah, jangan sampai terlambat seperti yang dialami DKI Jakarta saat ini,” tutur Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.

Langkah cepat lainnya yang harus dilakukan pemerintah, adalah meningkatkan percepatan sistem atau prosedur kesehatan, dengan mengusahkaan tes yang cepat, masif, dan akurat, kemudian mendorong ke GeneXpert.

"Alat ini saat ini ratusan jumlahnya, tinggal mengganti cartridge TBC ke COVID sebelum ke clustering (klasterisasi)," tegasnya

Politisi PDI Perjuangan rakyat asal Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX (Kabupaten/Kota Tegal dan Kabupaten Brebes) ini, menekankan untuk memperbanyak intensive care unit (ICU), ruang isolasi, dan ventilator (mesin yang berfungsi untuk menunjang atau membantu pernapasan), perbanyak rumah sakit, termasuk RS swasta di semua daerah.

"Alur untuk memutus penyebaran virus corona, diantaranya adalah tracing (pendeteksian), clustering (pengelompokan), dan containing (karantina) di wilayah-wilayah berdasarkan data proses tersebut," tandas Dewi Aryani.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita