Sabtu, 28/03/2020, 01:25:02
Akses Jalan Alun-Alun Ditutup, Pedagang Keluhkan Sepi Pembeli
LAPORAN NINO MOEBI

Sejak akses jalan masuk ditutup, para pedagang seputar Alun-alun Kota Tegal mengeluh karena sepi pembeli. (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Dampak penutupan akses jalan masuk ke Alu-alun Kota Tegal, Jawa Tengah, oleh Pemerintah Kota Tegal sebagai upaya cegah penyebaran virus corona, sejumlah pedagang mengeluh karena merasakan sepi pembeli.

Penjual Ketporak dan mie ayam di bundaran Alun-alun Kota Tegal, Narti (52) warga Randugunting, Tegal Selatan mengatakan, kalau hari Jumat mulai pukul 08.00 sampai malam hari, biasanya pendapatannya mencapai Rp 400 ribu per hari. Hari ini Jumat 27 Maret 2020, sampai siang baru mendapat hasil Rp 38 ribu.

Narti mengaku berjualan di Alun-alun Kota Tegal sejak Agustus 1995, dengan menghidupi 5 anak. Dia harus tetap terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Alhamdulillah saya mendapat bantuan dari Pemerintah berupa PKH, beras 15 kg, telor 1 kg lebih tiap bulan. Sedangkan uang tunai Rp 800 ribu diterima tiap tiga bulan sekali," terang Narti bersyukur.

Narti untuk hari berikutnya memilih tidak akan jualan, ia akan berdiam di rumah. Hari ini memaksa jualan maksudnya untuk nambah-nambah penghasilan, tapi ternyata sepi pembeli karena penutupan akses jalan masuk Alun-Alun.

"Biasanya para pedagang di bundaran Alun-alun sejumlah 143 pedagang. Dan sejak penutupan akses masuk ke Alun-alun, hanya 9 pedagang yang masih bertahan," tutur Taroso (31), pedagang aneka minuman.

Pedagang minuman lainnya, Sutarso (32) biasanya dari hasil dagangannya mencapai Rp 400 ribu per hari. Sejak penutupan Alun-alun penghasilannya menurun hanya Rp 51 ribu.

Pimilik Toko Sahabat Hartono (30) alias Otong yang lokasinya tidak jauh dari Masjid Agung Tegal, juga mengaku omsetnya turun 50 sampai 60 persen sejak akses masuk Alun-alun ditutup lima hari lalu.

Begitu juga pemilik toko Antika Fashion di Jalan KH Mansyur, Atik Prihaningrum (38) mengaku omset turun drastif karena tidak ada pembeli selama 5 hari.

"Dari pagi sampai malam sepi tidak ada pembeli. Saya pasrah karena anjuran dari pemerintah mau gimana lagi. Bisanya kalau jalan tidak ditutup pembeli lumayan bisa buat makan, tapi saat ini sama sekali tidak ada pembeli satupun," kata Atik.

"Penginnya keadaan bisa pulih kembali, Coronanya cepet pergi, kita bisa menjalankan ibadah puasa, penginnya begitu," tambah Atik.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita