Rabu, 25/03/2020, 10:06:35
Pulang Kampung Dikala Merebaknya Wabah Virus Corona
Oleh: Muhammad Munawir Lasiyono

Jakarta, Stasiun Pasar Senin, 25 Maret 2020 pukul 06.45 WIB.

DARI Data Pantauan Covid -19 Jakarta, Pusat Ibu Kota Negara di https://corona.jakarta.go.id, 24 Maret 2020, kasus terkonfirmasi Covid -19 Nasional, 686 kasus, 601, 88% di rawat, 30, 40% sembuh, 55, 8% meninggal, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), total 849, 568, 67% masih dirawat, 281, 33%, pulang dan sehat, Orang Dalam Pemantauan ( ODP ) total 1.811, 441, 24%, Proses Pemantauan, 1.370, 76% selesai pemantauan.

Apa Itu COVID-19

Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 adalah penyakit baru yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan radang paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2).

Gejala klinis yang muncul beragam, mulai dari seperti gejala flu biasa (batuk, pilek, nyeri tenggorok, nyeri otot, nyeri kepala) sampai yang berkomplikasi berat (pneumonia atau sepsis).

Banyaknya rakyat Indonesia yang mudik ke kampung halamannya dari Jakarta, menimbulkan keresahan. Ada pertanyaan yang muncul diantara para pemudik, maupun masyarakat di kampung halaman; Apakah orang-orang ini membawa virus ke kampung halamannya?

Mahasiswa-mahasiswi yang kuliah di ibukota Jakarta juga memanfaatkannya dengan pulang kampung, karena kuliah online sampai batas waktu yang belum di tentukan, SD, SMP, SMK, SMA diliburkan 14 hari, “Sayang jika tidak pulang kampung,” ucap ibu Dewi asal Brebes, “Sekalian nengok orang tua,”.

Tukang ojek online per November 2019 Jabodetabek jumlahnya 1.2 juta, seluruh Indonesia 2.5 juta. Jika disupport kehidupan katakan 1.5 juta/bulan, maka pemerintah butuh dana 3.75 triliun, penjual pasar, apakah libur ?, tidak. Karena perekonomian Indonesia masih harus terus berjalan dan berputar, walau dolar mencapai angka 16.179.

Sementara para pengusaha harus membantu para aktivis, dokter, rumah sakit swasta, pemerintah dan masyarakat. Seperti pengusaha Sandiaga Uno yang akan membiayai dan menanggung biaya hidup korban corona. Semoga para pengusaha yang ada di penjuru Indonesia bisa membantu mengatasi krisis ini.

(Muhammad Munawir Lasiyono adalah Penggagas Forum Pengusaha Muda Brebes, tinggal di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita