Jumat, 20/03/2020, 22:16:55
Kejaksaan Brebes Tahan Mantan Kades, Istri Mohon Tak Ditahan
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Istri tersangkan dugaan korupsi dana desa menangis saat suaminya akan ditakan kejaksaan Brebes. (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes, Jawa Tengah, menahan mantan Kepala Desa (Kades) Legok, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Legiman (46).

Legiman yang sebelumnya menjadi tersangka ini, terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi dana desa, dengan kerugian negara mencapai Rp 343 juta.

Penahanan terhadap Legiman oleh Kejari Brebes ini, atas pelimpahan tahap kedua dari tim Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Brebes, Kamis 19 Maret 2020 kemarin. Di hari yang sama, tim Pidsus Kejari Brebes langsung melakukan penahanan kepada Legiman.

Saat dilakukan penahanan oleh penuntut umum Kejari Brebes, sang istri dan sejumlah keluarga tersangka sempat menangis memohon kepada jaksa agar tak ditahan. Namun, pada akhirnya jaksa pun tetap menahan dan menjebloskan tersangka di penjara.

Untuk sementara, tersangka dititipkan di tahanan Lapas Brebes, sembari menunggu proses persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.

Kasipidsus Kejari Brebes, Sunarto membeberkan, kasus tersangka saat menjadi Kades dalam mengelola Dana Desa (DD) tahun 2018 dengan dana total mencapai Rp 1,2 milliar. Dana tersebut dialokasikan untuk 16 kegiatan pembagunan desa.

“Tapi dari total 16 kegiatan itu diduga ada 8 kegiatan pemberdayaaan masyarakat, yang dilaksanakan secara sendirian tanpa melibatkan TPK yang telah dibentuk,” terang Sunarto, Jumat 20 Maret 2020.

Bahkan, lanjut dia, ada beberapa kegiatan atau pekerjaan pembangunan desa yang tidak selesai dilaksanakan, dan uangnya digunakan untuk kepentingan pribadi.

Atas perbuatannya ini, tersangka disangkakan pasal 2 ayat 1 UU No 31 tahun 1999 yang sekarang diubah UU No 29 tahun 2001, tetang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Untuk ancamannya minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun, serta denda minimal Rp 400 juta maksimal Rp 1 miliar. Untuk penahanan akan dilakukan selama 20 hari ke depan,” pungkasnya.

Sementara, Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto menjelaskan, kasus dugaan korupsi dana desa itu berhasil dibongkar unit Tipikor Satreskrim Polres berawal dari laporan masyarakat. Atas laporan itu, timnya melakukan penyelidikan, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah barang bukti.

“Jadi dana desa yang diduga dikorupsi merupakan anggaran tahun 2018 lalu. Dengan kerugian negara mencapai Rp 343 juta lebih,” ucapnya.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, proposal pengajuan pencairan dana desa tahun 2018, bukti audit dari Inspektorat Kabupaten Brebes atas adanya kerugian negara, laporan pertanggung jawaban pengelolaan dana desa, dan beberapa bukti lainnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita