Jumat, 20/03/2020, 18:29:29
Lanang Terbitkan Wulan Kemayu: Kumpulan Puisi Balada Tegalan
Laporan Tim PanturaNews

Lanang Setiawan dan bukunya, Wulan Kemayu.

PanturaNews (Tegal) - Lanang Setiawan kembali menerbitkan buku kumpulan puisi Tegalan. Kali ini bertajuk Wulan Kemayu, diterbitkan oleh Komunitas Sastrawan Tegalan dengan kata pengantar Muarif Esage.

Menurut Lanang Setiawan, beberapa puisi Tegalannya yang ia himpun memuat 18 buah terbagi 4 bagian. Bagian pertama memuat puisi-puisi panjang sebanyak 9 buah. Bagian kedua sebanyak 3 buah berkisah tentang relijiusitas.

Bagian ketiga sebanyak 4 puisi tentang perjuangan yang mengisahkan para pejuang lokal melawan kolonialisme. Bagian terakhir ada 2 puisi berkisah tentang moralitas jaman sekarang yang tatanannya sudah kocar-kacir.

"Lewat puisi, saya berusaha serius menampilkan bahasa ibu saya yang ternyata mampu menggetarkan. Bagi saya tak ada bahasa kasar, pinggiran, atau norak. Semua itu terpulang pada pribadi masing-masing. Jika ia pandai meramu sebuah bahasa, maka jadilah bahasa yang berestetika. Puisi-puisi Tegalan saya pun penuh estetika karena dikemas melalui sastra," katanya.

Tidak ada tedeng aling-aling, Lanang malah menganjurkan, siapapun yang ingin menikmati keindahan bahasa Tegal, miliki antologi Wulan Kemayu karyanya.

"Jika anda ingin membuktikan estetika terpelajar bahasa Tegal, miliki buku saya ini. Anda pasti menemukan rasa bahasa lokal yang menawan, tegas, puitis, dan sekaligus menggetarkan hanya pada antologi puisi Tegalan Wulan Kemayu," tandasnya.

Sementara itu, Muarif Esage, selaku pengantar buku Wulan Kemayu menegaskan, beberapa puisi Tegalan yang terkumpul dalam Wulan Kemayu, terasa persajakkan baladanya sangat kental. Terutama pada puisi-puisi panjangnya berjudul Lagon, Kaniaya, atau Laki Pungkasan.

Sementara pembaca pun dapat melihat penggambaran pada prilaku para tokoh (aku lirik), dengan rangkaian peristiwa dalam balada Tegalan seperti dalam puisi berjudul Maning-maning Dadi Randa dan Biduan, estetika puisi balada Lanang cukup menawan.

"Puisi balada Lanang yang ada dalam kumpulan Wulan Kemayu, bila kita membacanya seperti diingatkan pada pengucapan tentang nasib perempuan Mairia Zaitun dalam puisi Nyanyian Angsa WS. Rendra, Pengakuan Pariyem-nya Linus Suryadi AG, dan juga Marsinah-nya Sapardi Djoko Damono. Lanang Setiawan menulis balada dengan menawan," papar Muarif Esage, yang sehari-harinya menjadi guru SMA Negeri 1 Slawi dan penulis kritik sastra Tegalan.

Lebih lanjut ia menambahkan, siapapun yang ingin melakukan penelitian, dan menjafikan bahan ajar dalam khazana Sastra Tegalan, buku Wulan Kemayu wajib dimiliki. "Buku kumpulan puisi balada Tegalan ini cukup menawan," pungkasnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita