Jumat, 20/03/2020, 13:52:09
Beri Bantuan Kepada 4 RSUD, Dewi Aryani: RS Masih Kekurangan APD
LAPORAN SL. GAHARU

Anggota DPR RI Komisi IX, Hj. DR. Dewi Aryani, M.Si merespon keluhan rumah sakit yang kekurangan APD. Foto 2: Memberikan bantuan pakaian pelindung untuk tenaga medis RSUD Suradadi. Foto 3: Direktur RSUD Suradadi, dr. Ruzaini. Foto 4: Bersama 4 anggota DPRD Kabupaten Tegal membagi-bagikan sabun. (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Dalam menanggulangi penyebaran virus corona atau Covid-19, hampir semua rumah sakit (RS) baik satelit maupun RS rujukan pasien terpapar virus corona, masih kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis.

Hal itu dikatakan Anggota DPR RI Komisi IX, Hj. DR. Dewi Aryani, M.Si saat memberikan bantuan APD berupa pakaian pelindung (Body Potrection) untuk tenaga medis di rumah sakit satelit RSUD Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat 20 Maret 2020 pukul 9.30 WIB.

“Kurangnya APD di banyak rumah sakit, memang menjadi isu strategis, tenaga kesehatan sudah teriak-teriak kekurangan APD. Tapi memang barangnya sangat terbatas, pabrikan juga terbatas raw materialnya,” ujar Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.

Bantuan APD dari Dewi Aryani juga diberikan kepada RSUD Soeselo Slawi Kabupaten, RSUD Kardinah Kota Tegal dan RSUD Kabupaten Brebes.

Menurut Dewi Aryani, pemerintah sudah melakukan negoisasi dengan China untuk meringim raw material sehingga pabrik bisa memproduksi dengan banyak. Kemudian soal kurangnya alat untuk mengirim hasil swab atau Viral Transport Media (VTM), tapi pemerintah sudah mengusahakan dengan repic test.

“Alat ini seperti yang digunakan untuk tes kehamilan, jadi hasilnya bisa dilihat sekitar 15 menit. Dalam waktu dekat mudah-mudahan sudah tersedia 1,5 juta unit,” ungkap politisi dari Dapil Jawa Tengah IX ini.

Ditegaskan Dewi Aryani, hal yang terpenting saat ini adalah, masyarakat dibantu oleh seluruh aparat dan seluruh ketua gugus tugas penanganan Covid-19 tiap kabupaten, harus pro aktif memberikan pengarahan. Sehingga penyebaran virus corona bisa diantisipasi sedini mungkin.

“Dengan banyaknya alat tes, kalau masyarakatnya tidak ikut andil melakukan pencegahan. Masyarakat juga harus membantu pemerintah dan tim medis, agar bisa menjalankan tugasnya dengan baik,” tutur Dewi Aryani.

Sementara Direktur RSUD Suradadi, dr. Ruzaini didampingi Kabid Pelayanan dan Perawatan RSUD Suradadi, dr Ghofun mengakui pihaknya masih kesulitas APD. Dengan adanya bantuan APD berupa pakaian pelindung dari Anggota DPR RI Komisi IX, Hj. DR. Dewi Aryani, menurutnya sangat membantu sekali tenaga medis dalam menjalankan tugasnya pasien Suspect Corona.

Dikatakan, untuk mengatasi kekurangan APD itu pihaknya sudah menjadi di toko-toko alat kesehatan, namun tidak menemui. Semua ADP habis. Bahkan sampai menjaci di toko-toko online, pun barangnya tidak ada.

“Untuk mengatasi itu, kami solusinya membeli jas hujan, untuk membuat APD tiruan. Memang tidak ada aturanya, tapi setidaknya kami berusaha membuat mirip APD yang sesuai aturan. Intinya untuk menghindari adanya percikan ludah dari pasien,” terangnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita