Selasa, 17/03/2020, 16:45:40
Awas Covid-19, Dewi Aryani: Pilih Makanan yang Aman Dikonsumsi
LAPORAN NINO MOEBI & SL GAHARU

Dewi Aryani meneliti obat dan makanan yang mengandung bahan berbahaya usai sosialisasi Cerdas Memilih Pangan yang Aman dari Bahan Berbahaya bersama Balai Besar POM Semarang di Gedung Arofah Jalan Wisanggeni Kota Tegal. (Foto: Nino/Dok. Tim DeAr)

PanturaNews (Tegal) - Makanan punya peran penting dalam menjaga kondisi tubuh, terutama dimasa seperti sekarang ini sedang mewabah virus corona atau Covid-19. Karena itu, masyarakat harus tahu bagaimana memilih makanan yang aman dari bahan yang berbahaya.

Hal itu dikatakan Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PDI Perjuangan, Hj. DR. Dewi Aryani, M.Si pada Sosialisasi Cerdas Memilih Pangan yang Aman dari Bahan Berbahaya” bersama Balai Besar POM Semarang dihadiri sekitar 300 warga, di Gedung Arofah Jalan Wisanggeni, Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah, Selasa 17 Maret 2020 siang.

“Tak hanya makanan bergizi yang diasup, tapi juga harus menjaga hidup bersih dengan sering cuci tangan, dan sebisa mungkin olah raga atau berjemur di bawah matahari secara rutin,” ujar Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.

Politisi dari Dapil Jawa Tengah 9 (Kota/Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes) ini, menghimbau untuk wadpada terhadap beredarnya makanan dan minumam yang mengandung zat berbahaya.

“Saya minta kepada BPOM untuk secara rutin melakukan sidak ke pasar-pasar dan pabrik yang memproduksi makanan secara masal, dan harus dipastikan mereka memiliki ijin edar. Ijin edar menjadi salah satu indikasi jaminan menggunakan bahan yang aman bagi tubuh manusia,” pinta Dewi Aryani.

Dewi Aryani menekankan, pada era sekarang ini masyarakat harus waspada terhadap makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya. Memilih makanan juga harus memperhatikan bahan makanan yang diolah, jangan sampai menggunakan bahan yang tidak selayaknya sebagai bahan makanan.

“Memilih makanan juga harus memperhatikan bahan makanan yang diolah, jangan sampai makanan yang menggunakan bahan berbahaya kita konsumsi. Selain itu kita juga harus teliti dalam memilih obat. Kita dapat berperan dalam memerangi obat palsu dari rumah, yakni segera musnahkan obat kadaluarsa, obat rusak atau obat yang sudah terpakai,” tandas Dewi Aryani, Doktor ahli kebijakan publik dan bisnis dari Universitas Indonesia ini.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita