Selasa, 10/03/2020, 21:07:03
Heboh, Anggota DPR RI Ini Menari Jaipong di Kampung Jalawastu
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Paramitha Widya Kusuma membuat kejutan dengan menari jaipongan pada upacara Adat Ngasa Kampung Jalawastu. (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Masyarakat Kampuang Jalawastu, Desa Ciseureuh, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dibuat heboh dengan kehadiran Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Paramitha Widya Kusuma, saat upacara Adat Ngasa Kampung Jalawastu, Selasa 10 Maret 2020.

Dengan menggunakan pakaian adat serba putih, nampak wakil rakyat yang akrab disapa Mba Mitha ini, duduk berjejer bersama Bupati Brebes, Idza Priyanti beserta pemangku adat Kampung Jalawastu yang juga mengenakan pakaian serba putih.

Disela-sela upacara adat ngasa itu, Mba Mitha, wakil rakyat yang berasal dari daerah pemilihan Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal ini, diminta untuk menari. Tanpa ragu-ragu, putri pasangan mantan Bupati Brebes, Indra Kusuma dan Maryatun ini, ternyata menampilkan tarian jaipong.

Hal itu membuat menarik perhatian dan kehebohan masyarakat setempat dan para tamu undangan yang melihatnya. MBa Mitha berjanji akan ikut mengawal pelestarian Adat Ngasa yang ada di Kampung Jalawastu Desa Ciseureuh, Kecamatan Ketanggungan.

"Kami juga akan bersinergi dengan Bupati Brebes untuk memenuhi pembangunan infrastruktur seperti akses jalan, sekolah serta kebutuhan lain yang sangat dibutuhkan masyarakat," ujar Mba Mitha di sela-sela upacara adat ngasa Kampung Jalawastu.

Pemangku Adat, Darsono menjelaskan, masyarakat Kampung Jalawastu secara rutin melaksanakan upacara Adat Ngasa setiap Selasa Kliwon pada Mangsa Kesanga (kesembilan dalam kalender Jawa) tiap tahunnya.

Ribuan orang hadir dalam upacara adat Ngasa tersebut, termasuk pada 2020 ini. Bahkan, menurut penilain Bupati Brebes, upacara kali ini lebih ramai dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya.  Hal tersebut dikarenakan masyarakat yang hadir untuk mengikuti ritual yang dilaksanakan di Kaki Gunung Kumbang dan Gunung Sagara sudah menanti sejak dulu, dan tersiar kabar lewat media sosial yang gencar.

Mereka hadir sejak Senin 9 Maret 2020 malam, baik dari penduduk lokal maupun dari berbagai daerah se Indonesia. Usai pembacaan doa oleh Dewan Kokolot acara ditutup dengan makan bersama dengan menu utama Nasi Jagung dan Umbi-umbian hasil hutan.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita