Kamis, 27/02/2020, 12:03:23
Menyoal Budaya Menulis Dikalangan Remaja
Oleh: Amelia Yuliyanti

MENULIS, suatu kata yang sudah tak asing lagi bagi kita. Menulis juga merupakan salah satu dari empat aspek keterampilan dalam berbahasa.

Aspek keterampilan berbahasa tersebut terdiri dari menyimak atau listening skills, berbicara atau speaking skills, keterampilan membaca atau reading skills, dan terakhir keterampilan menulis atau writing skills.

Menurut Nurjamal dalam Sumirat, Darwis (2011), beliau menerangkan bahwa menulis merupakan sebuah keterampilan berbahasa, merupakan kemampuan seseorang di dalam mengemukakan sebuah gagasan, perasaan, dan juga pemikiran-pemikiran yang dimiliki kepada orang atau pun pihak lainnya dengan menggunakan sebuah media tulisan. Jadi dengan menulis seseorang dapat mengungkapkan ide atau gagasannya kepada pihak lain.

Menulis dalam hal ini yaitu membuat suatu karya baik itu puisi, cerita pendek, menulis sebuah opini, atau bahkan menulis sebuah novel. Tentu saja kegiatan menulis telah menjadi kegiatan yang wajib dari bangku TK bahkan sampai ke jenjang perguruan tinggi.

Namun, untuk menulis sebuah karya sastra tak semua orang tertarik dengan kegiatan ini, biasanya seseorang yang menulis adalah orang-orang yang suka membaca tetapi tak jarang juga orang yang menulis tanpa membaca, biasanya mereka melihat suatu kondisi atau menulis karena ingin mencurahkan isi hatinya, bahkan ada pula menulis karna kepentingan pasar.

Sangat disayangkan pada saat ini kegiatan menulis hanya dilakukan oleh orang-orang yang gemar menulis saja, para remaja khususnya mereka sangat sibuk bermain dengan gawainya. Apalagi saat ini sangat mudah dalam mengakses internet, tentu saja hal ini membuat mereka betah berjam-jam memegang gawai.

Maka dari itu hanya remaja yang memiliki hobi menulis saja yang menulis. Karena saat ini banyak dari mereka yang asyik dengan gawainya untuk bermain media sosial dan game online, padahal mereka dapat memanfaatkan gawainya untuk kegiatan menulis.

Bahkan dikalangan mahasiswa kegiatan menulis juga masih kurang diminati. Meskipun pada kesehariannya sering diberi tugas terkait dengan pembuatan makalah, yang tentu saja dalam kegiatan ini melibatkan kegiatan membaca, sehingga hal ini pula dapat meningkatkan kualitas tulisan mahasiswa.

Selain makalah biasanya mahasiswa juga ditugaskan untuk membuat karya sastra, akan tetapi mereka hanya menulis tatkala dosen menyuruh saja. Jika diluar dari tugas hanya beberapa mahasiswa yang menulis, lantaran mereka memang memiliki hobi menulis.

Padahal dengan kecanggihan pada zaman saat ini, mereka bisa memanfaatkan internet untuk belajar bagaimana membuat suatu tulisan yang baik, di google maupun di youtube sudah banyak cara-cara mengenai cara menulis. Dari pada unek-unek atau curahan hati kita dibuat menjadi status di media sosial lebih baik kita membuatnya di aplikasi untuk menulis. Saat ini cukup banyak aplikasi yang menyediakan penggunanya untuk menyalurkan hobi menulisnya.

Sebut saja aplikasi wattpad di sana kita dapat membuat tulisan baik itu puisi, cerita pendek atau bahkan sampai dengan novel. Selain itu untuk menambah wawasan pengguna juga dapat membaca hasil karya pengguna lainnya, sehingga kita dapat mengevaluasi tulisan kita.

Jika dikembangkan kebiasaan menulis di aplikasi-aplikasi atau media masa maka akan mendatangkan uang, karena banyak media yang memberikan honor kepada penulis yang karyanya dimuat. Bahkan beberapa novel best seller pun awalnya berasal dari tulisan yang dimuat pada aplikasi seperti itu.

Sejalan dengan itu berbagai permasalahan kerap muncul saat menulis, permasalahan dalam menulis biasanya mereka kebingungan topik apa yang hendak dibahas hal inilah yang biasanya membuat mereka malas dalam menulis. Lalu bagaimana agar mudah menentukan topik saat menulis?

Banyak cara dalam menentukan sebuah ide, tidak perlu jauh-jauh kita bisa menggunakan pengalaman pribadi kita menjadi sebuah tulisan. Terkadang kita mengunggah curahan hati kita di media sosial, agar curahan hati tersebut lebih bermakna kita dapat merubahnya menjadi sebuah tulisan.

Misalnya saja menjadi sebuah puisi atau cerita pendek yang nantinya karya kita bisa kita kirim ke media masa bahkan tentu saja akan ada rasa puas jika karya kita dapat dibaca oleh semua orang. Selain itu kita juga dapat mengenang pengalaman kita dalam sebuah karya.

Selain pengalaman pribadi kita juga perlu menambah wawasan yaitu dengan membaca buku, dengan membaca buku pula pengetahuan kita menjadi bertambah serta dapat mengetahui kosa kata yang baru. Selain itu dari buku kita juga bisa membaca buku-buku apa yang sesuai dengan kita yang nantinya buku tersebut dapat menjadi referensi ketika kita hendak menulis.

Permasalahan lain yaitu adanya rasa takut untuk memulai, kita kerap kali takut untuk memulai sesuatu takut kalau naskah kita ditolak jika dikirimkan ke penerbit, padahal kita belum tahu ditolak atau tidaknya jika tidak mengirim. Untuk itu  kita perlu mencoba setidaknya dengan mencoba ada dua kemungkinan yang terjadi yaitu gagal dan berhasil diterima oleh redaksi atau ke penerbit.

Untuk itu sebagai generasi milenial yang hidup di tengah-tengah zaman yang serba canggih ini mari kita memanfaatkan teknologi dengan bijak, gunakan untuk sesuatu yang lebih bermafaat misalnya untuk menulis dan membuat suatu karya.

Manfaatkan kemudahan jaringan internet untuk menunjang dan memudahkan kita dalam mengkases informasi terkait dengan kegiatan menulis. Selain itu pada saat ini juga banyak seminar-seminar online gratis yang diselenggarakan oleh pihak-pihak tertentu, kita dapat mengikuti seminar tersebut untuk menumbuhkan budaya menulis dan meningkatkan keterampilan menulis kita.

Ubah pola pikir kita tentang rasa takut ditolak oleh penerbit atau pun tim redaksi, mari menulis dan berkarya.

(Amelia Yuliyanti adalah Mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita