Selasa, 25/02/2020, 21:39:20
Brebes-Tegal-Slawi Waspadai Siklon Tropis Ferdinand
LAPORAN NINO MOEBI

Forcaster Stasiun Meteorologi BMKG Tegal, Hendy Andriyanto menjelaskan soal Siklon Tropis Ferdinand yang harus diwaspadai. (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Tiga wilayah Bregas yakni Kabupaten Brebes, Kota Tegal dan Kabupaten Tegal (Slawi), untuk mewaspadai Siklon Tropis Ferdinand yang menambah pasokan uap air sebagai bahan utama pembentuk awan-awan hujan.

"Siklon Tropis Ferdinand akan menambah intensitas hujan disaat musim hujan itu sendiri," kata forcaster Stasiun Meteorologi BMKG Tegal, Hendy Andriyanto di kantornya Jalan Kolonel Sugiono, Kota Tegal, Selasa 25 Februari 2020 siang.

Hendy menegaskan, BMKG Tegal memprakirakan adanya potensi peningkatan curah hujan di daerah Bregas. Beberapa penyebabnya disamping wilayah Bregas sendiri sudah dan akan memasuki puncak musim penghujan.

Termasuk adanya Siklon tropis Ferdinand di Wilayah Samudra Hindia sebelah selatan Jawa, yang menambah pasokan uap air sebagai bahan utama pembentuk awan-awan penghujan di wilayah Bregas itu sendiri.

"Ada potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, khususnya di wilayah Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal bagian selatan," tutur Hendy.

Diprediksi pada 28 Pebruari 2020 mendatang, sudah menjadi low pressure. Low pressure itu dibawahnya siklon tropis. BMKG menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, dan menghindari daerah-daerah yang berpotensi terjadinya longsor dan pohon tumbang.

Bulan Februari merupakan puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Jawa Tengah, ditandai dengan semakin banyaknya hujan dengan intensitas lebat, bahkan mengarah ke ekstrem dengan durasi waktu yang lebih lama. Beberapa hari ke depan potensi hujan dengan intesitas sedang hingga lebat, masih berpotensi terjadi hampir di seluruh wilayah Jawa Tengah dengan durasi waktu yang bervariasi.

Beberapa hal yang mempengaruhinya yaitu pertemuan dua massa udara yang berbeda sifat dari belahan bumi utara dan belahan bumi selatan, membentuk pola ITCZ (Inter Tropical Convergence Zone) di Selatan Pulau Jawa. Juga adanya pertumbuhan pola siklonik di Samudera Hindia dekat perairan Indonesia, serta masih kuatnya pengaruh Tropical Cyclone Ferdinand (TCF) bagi pembentukan pola cuaca di Samudera Hindia barat laut Australia, serta perubahan cuaca yang terjadi secara cepat di daerah sekitarnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita