Senin, 24/02/2020, 23:54:14
Dua Pelaku Penusukan Berhasil Ditangkap, Dua Lainnya Buron
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Dua dari empat pengeroyok Arista Irvan Wijaya hingga tewas berhasil dibekuk tim gabungan Unit 1 Satreskrim Polres Brebes dan Unit Reskrim Polsek Tanjung. (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Dua dari empat pelaku pengeroyokan dan penusukan seorang pemuda di Desa Kemurang Kulon, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu akhirnya berhasil ditangkap. dua pelaku lainnya yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), hingga kini masih diburu polisi.

Kedua pelaku ditangkap oleh tim gabungan Unit 1 Satreskrim Polres Brebes dan Unit Reskrim Polsek Tanjung. Keduanya adalah Riki (33) dan Taufik (33) yang merupakan warga Desa Kemurang Wetan, Kecamatan Tanjung.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kasus pengeroyokan itu terjadi pada Jumat 14 Februari 2020 lalu. Korbannya adalah Arista Irvan Wijaya (33), warga Desa Kemurang Kulon, Kecamatan Tanjung.

Korban tewas akibat luka di beberapa bagian termasuk kepala, luka tusuk di bagian dada dan meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

Kasatreskrim Polres Brebes, AKP Tri Agung Suryomicho mengatakan, hasil pemeriksaan sementara, korban meninggal dunia karena mengalami luka serius di bagian kepala. Hal itu karena pukulan benda tumpul.

"Selain meringkus kedua pelaku, kami juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, cobek dan kipas angin yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban. Kemudian, pakaian korban yang dipenuhi bercak darah," ujar Tri Agung, Senin 24 Februari 2020.

Atas perbuatannya itu, pelaku dikenakan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 14 tahun penjara.

Sementara Kanit 1 Satreskrim Polres Brebes, Aiptu Titok Ambar Pramono mengatakan, aksi pengeroyokan hingga menyebabkan kematian korban, dilatarbelakangi oleh dendam pribadi masing-masing pelaku.

Setiap pelaku yang juga teman korban itu, ternyata mempunyai dendam pribadi sendiri-sendiri terhadap korban. Ada yang dendam karena istri pelaku sering digodain korban. Ada juga dendam karena sering dipukuli korban saat pesta miras.

"Diawali dengan dendam pribadi inilah, empat pelaku mendatangi rumah korban. Saat itu korban sedang ada di rumah. Begitu bertemu korban, pelaku langsung melakukan pengeroyokan hingga menyebabkan korban meninggal dunia," terang Titok Ambar Pramono.

Dalam aksinya itu, lanjut Titok, Para pelaku melakukan beberapa kali pukulan dengan menggunakan benda tumpul. Diantaranya, kipas angin, pecahan cobek hingga batu cor. Bahkan, seorang pelaku menusuk korban tepat di dadanya hingga tersungkur di tempat tidur.

"Saat kejadian, korban sedang tidur bersama istrinya di kediamannya sendiri," ucapnya.

Kasusnya dilaporkan ke polisi. Selain melakukan olah tempat kejadian perkara, polisi juga melakukan penyelidikan, hingga akhirnya dua pelaku berhasil diringkus di rumahnya masing-masing.

"Pertama, kami berhasil meringkus satu pelaku, dan selanjutnya satu pelaku lagi berhasil ditangkap. Sedangkan dua pelaku masuk DPO kami dan masih dalam pengejaran. Kami imbau kedua pelaku yang DPO untuk segera menyerahkan diri," tandasnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita