Senin, 24/02/2020, 23:01:02
Perlunya Mengajarkan Keterampilan Membaca pada Anak
Oleh: Chamalatul Ilma

MEMBACA adalah kegiatan yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Keterampilan membaca dapat disebut pula sebagai keterampilan yang paling mendasar. Setiap orang perlu menguasai keterampilan membaca, demi mendukung segala aktivitas dan pekerjaannya.

Keterampilan membaca dapat dipelajari di manapun, tidak hanya dalam lembaga pendidikan formal, maupun nonformal tetapi juga bisa dilakukan di rumah dengan bimbingan dari orang tua. Keterampilan membaca akan lebih cepat dikuasi jika diajarkan ketika masih dalam usia anak-anak, yaitu berkisar antara usia 0 sampai 6 tahun.

Pentingnya mengajarkan anak untuk membaca adalah agar ketika anak mulai tumbuh ia tidak merasakan kesulitan yang dapat menghambat aktivitasnya. Dengan membaca, perlahan-lahan anak mulai mengenal huruf dan kemudian dapat digunakan sebagai dasar untuk mempelajari keterampilan berbahasa lain seperti menulis.

Tujuan diajarkannya keterampilan menulis kepada anak salah satunya untuk mendukung pendidikan anak, membantu anak untuk menemukan informasi, misalnya dalam media cetak ataupun media elektronik.

Mengajarkan keterampilan membaca kepada anak dapat dilakukan melalui berbagai cara. Cara yang pertama dengan mengenalkan huruf pada anak, mulai dari huruf vokal, huruf-huruf konsonan, dan huruf-huruf secara keseluruhan mulai dari A sampai Z. Karena pada dasarnya mengenal huruf adalah hal yang paling penting dalam keterampilan membaca.

Mengenalkan huruf pada anak salah satunya dapat dilakukan dengan mengajak anak untuk melakukan permainan yang bersifat edukatif. Seperti permainan menebak huruf, mengeja namanya sendiri, dan lain-lain. Atau bisa juga dengan menggunakan permainan dalam media elektronik seperti permainan menyusun huruf menjadi sebuah kata.

Cara yang kedua bisa dilakukan dengan melatih anak membaca suku kata dengan cara yang menarik, seperti membacakan dongeng atau cerita anak yang inspiratif serta menarik setiap menjelang tidur sambil mengajari anak untuk mengeja ceritanya. Dengan hal tersebut, anak akan semakin tertarik untuk bisa membaca cerita tersebut agar mampu memahaminya secara lebih jelas.

Cara yang ketiga adalah dengan melatih anak membaca kata secara utuh dengan mendamping anak melancarkan belajar mengeja. Ketika si anak sudah terbiasa mengeja maka akan ebih mudah untuk anak berlatih membaca kata secara utuh walaupun belum terlalu sempurna.

Cara yang keempat adalah memperbanyak kosa kata si anak, misalnya dengan cara sering mengajak anak berkomunikasi, mengenalkan nama-nama benda disekitarnya, dan lain sebagainya. Karena pada dasarnya logika anak akan terbentuk ketika ia dikenalkan pada lingkungan sekitarnya, sehingga anak juga akan mudah membaca kata-kata yang berkaitan dengan benda-benda di sekitar mereka.

Cara yang kelima yaitu dengan memberikan pendidikan pada anak, baik pendidikan formal seperti Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK), maupun pendidikan informal seperti home schooling atau les baca tanpa terlepas dari pendidikan yang diberikan oleh orang tuanya.

Selain cara di atas, kondisi lingkungan tempat tinggal si anak juga turut berpengaruh. Jika lingkungannya kondusif dan cenderung sehat, maka akan menciptakan suasana hati dan pikiran yang bak pada anak sehingga anak akan mau mengikuti arahan-arahan dari orang tuanya termasuk arahan untuk belajar membaca.

Pada dasarnya keterampilan membaca yang dimiliki oleh seorang anak tidaklah lepas dari peran orang tua yang senantiasa mendukung anak karena anak-anak juga membutuhkan semangat atau dorongan dari orang terdekatnya terutama dari kedua orang tuanya. Hal tersebut akan merangsang logika anak sehingga anak akan lebih mudah menangkap apa yang diajarkan kepadanya.

(Chamalatul Ilma yang akrab disapa Chamal lahir  Mei 2001, hobi menulis serta membaca novel, cerpen dan karya fiksi lainnya. Chamal adalah mahasiswa aktif jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Email// chamalatulilma@gmail.com, Facebook: Chamalatul Ilma)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita