Sabtu, 22/02/2020, 01:51:28
Melatih Anak Berperilaku Sopan dan Santun
Oleh: Chamalatul Ilma

SOPAN santun seakan sudah menjadi aturan tak tertulis dalam hidup bermasyarakat. Setiap individu dituntut untuk dapat berperilaku secara sopan, dan santun sebagai salah satu cara menjalin hubungan yang harmonis dalam lingkup masyarakat.

Oleh karena itu, nilai sopan dan santun harus diajarkan dan ditanamkan kepada anak sedini mungkin, agar ketika si anak mulai tumbuh, akan memiliki pribadi yang menjunjung tinggi norma kesopanan.

Sopan santun juga tidak hanya digunakan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, akan tetapi sopan santun juga bersangkutan dengan segala aspek kehidupan dimanapun seseorang berdada. Dengan perilaku yang sopan dan santun, setiap yang dilakukan oleh seseorang tersebut akan mendapat penghargaan dan kepercayaan dari orang lain.

Mengajarkan kesopanan pada anak bukanlah hal yang mudah. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menanamkan nilai kesopanan dalam hati dan pikiran si anak, juga membutuhkan prinsip yang kuat baik dari orang tua maupun anak. Tanpa adanya prinsip yang kuat dari orang tua, nilai kesopanan yang diajarkan tidak akan pernah mampu ditangkap dengan baik oleh si anak.

Kunci dari sopan santun terdapat pada tiga kata yang sebenarnya sudah tidak asing lagi didengar. Tiga kata tersebut yaitu, maaf, tolong, dan terima kasih. Dengan membiasakan mengucapkan tiga kata tersebut dalam kehidupan sehari-hari, seseorang akan menjadi pribadi yang memiliki sopan santun.

Membiasakan mengucap kata maaf jika melakukan sebuah kesalahan terlihat sangat biasa dan sangat mudah untuk dilakukan. Namun pada realitanya, seseorang yang melakukan kesalahan justru seringkali membela diri dan merasa bahwa dirinya selalu benar. Hal tersebutlah yang membuat kata maaf seakan sangat sulit untuk diucapkan.

Kata yang kedua adalah tolong. Kata tolong dapat digunakan ketika seseorang membutuhkan bantuan orang lain. Namun pada faktanya, sebagian besar orang yang membutuhkan batuan tidak menggunakan kata tolong untuk meminta secara sopan dan justru memilih menggunakan kalimat-kalimat paksaan yang membuat orang lain yang dimintai bantuan merasa enggan untuk menolongnya.

Yang ketiga adalah terima kasih. Ungkapan terima kasih merupakan cara paling sederhana memberikan penghargaan atas apa yang telah dilakukan atau diberikan oleh orang lain kepada kita. Jika seseorang sudah mampu membiasakan dirinya mengucapkan terima kasih atas segala bantuan dan kontribusi orang lain, seseorang tersebut dinilai sangat memegang erat prinsip kesopanan dalam hidupnya.

Apabila ketiga hal di atas sudah terbiasa dilakukan oleh anak, maka akan timbul rasa hormat dan mampu menghargai apa yang dilakukan oleh orang lain dalam diri si anak tersebut.

Sehingga timbulah perilaku sopan dan santun sebagai hasil dari perubahan pola pikir dengan adanya pendidikan tata krama melalui tiga hal, yaitu ucapan maaf, tolong, dan terima kasih.

(Chamalatul Ilma yang akrab disapa Chamal lahir  Mei 2001, hobi menulis serta membaca novel, cerpen dan karya fiksi lainnya. Chamal adalah mahasiswa aktif jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Email// chamalatulilma@gmail.com, Facebook: Chamalatul Ilma)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita