Sabtu, 15/02/2020, 13:24:13
Penyebab Menurunnya Keinginan Belajar Pada Siswa
Oleh: Ajeng Tiara Sekar Saputri

BELAJAR merupakan kegiatan dimana seseorang memahami suatu ilmu untuk dipelajari. Di sekolah anak-anak melakukan kegiatan belajar mengajar bersama dengan guru mereka. Dimana seorang pendidik atau guru memberikan suatu materi, kemudian menjelaskannya kepada para siswa dan para siswa mampu memahami materi yang sudah dijelaskan oleh gurunya.

Di dalam suatu lingkungan belajar biasanya terdapat siswa yang belum memahami secara penuh tentang materi yang sudah dijelaskan oleh guru mereka. Tetapi kerap sering terjadi apabila guru menanyakan tentang materi yang sudah dijelaskan apakah sudah jelas atau belum maka tak jarang semua siswa mengatakan jika mereka semua sudah paham.

Hal tersebutlah yang merupakan penyebab utama adanya penurunan keinginan belajar. Berikut dijelaskan apa saja penyebab dari menurunnya keinginan belajar.

Pertama, belum paham tentang suatu materi yang sedang dibahas. Ini merupakan masalah utama dalam kegiatan belajar. Seorang siswa atau anak akan merasa malas belajar apabila materi yang mereka pelajari belum paham. Contohnya pelajaran matematika.

Di dalam pelajaran matematika pastinya ada suatu rumus untuk memecahkan jawaban pada suatu soal. Apabila rumusnya sudah diketahui tetapi belum paham dalam hal cara menghitungnya maka hal tersebut menjadikan sulit untuk menemukan jawabannya. Disitulah muncul rasa malas untuk belajar karena anak belum paham tentang materi tersebut.

Tapi kebalikannya, apabila anak sudah paham tentang rumus dan cara menghitung tentang materi tersebut maka anak akan merasa tertarik untuk mengerjakan soal tersebut dan apabila jawabannya benar maka rasa ingin tahunya akan lebih meningkat.

Kedua, tidak ada dorongan atau motivasi dari orang sekitar. Motivasi merupakan hal terpenting yang harus ada pada diri kita. Anak sangat memerlukan motivasi, peran orang tua dan guru sangatlah penting.

Anak akan merasa malas belajar apabila tidak ada motivasi, entah itu motivasi dari orang lain atau bahkan motivasi dari diri sendiri. Anak sangat memerlukan perhatian dari lingkungan. Peran orang tua di rumah adalah untuk memotivasi anak supaya rajin belajar agar dapat berprestasi. Berikan motivasi kepada anak dengan cara yang mendorong pemikiran anak, bukan memotivasi anak dengan tekanan.

Apabila memotivasi anak dengan cara tekanan yang ada malah anak akan merasa tertekan. Sebagai guru juga dapat memberikan motivasi di sekolah dengan cara memberikan semangat untuk belajar dan mengajarkan suatu materi yang anak belum paham sampai anak paham. Di situ peran guru sangat berarti bagi siswa yang merasa belum paham tentang materi yang dipelajari.

Ketiga, merupakan mata pelajaran yang tidak disukai. Pelajaran yang tidak disukai merupakan suatu hal yang dapat menghambat kegiatan belajar. Anak merasa malas belajar karena mereka tidak suka dengan pelajaran tersebut, entah itu alasannya karena materinya yang sulit atau karena hal lain. Ini merupakan permasalahan yang perlu dihilangkan. Belajarlah untuk mencintai pelajarannya dulu maka lama kelamaan akan menyukai isi materinya juga.

Selain itu menurunnya keinginan belajar juga dapat diatasi dengan cara, jika anak malas belajar karena belum paham isi materinya maka hal tersebut dapat diatasi dengan cara menanyakan bagian yang belum paham kepada guru. Meminta kepada guru untuk dijelaskan ulang tentang bagian tersebut, jika masih belum jelas dapat ditanyakan lagi lebih jelas, sampai benar-benar paham.

Tidak perlu khawatir karena peran guru adalah mengajarkan kepada siswanya sampai paham. Jika siswanya sudah paham tentang apa yang sudah dijelaskan maka guru akan merasa senang dan puas dengan apa yang sudah mereka ajarkan karena siswanya sudah dapat memahami.

Kemudian berikan motivasi kepada diri sendiri. Berikan motivasi kepada diri sendiri jika kita harus menjadi anak yang berguna jangan malas untuk belajar, kita harus banggakan orang tua dan guru dengan prestasi kita.

Karena selain motivasi dari orang lain, motivasi dari diri sendiri merupakan hal yang sangat mendasar. Percuma jika orang lain memerikan motivasi tetapi diri kita sendiri masih menghiraukannya.

(Ajeng Tiara Sekar Saputri adalah Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita