Selasa, 11/02/2020, 21:56:20
ODGJ Wakoyah, Hari Ini Bebas dari Belenggu Rantai
LAPORAN NINO MOEBI

Kepala Dinkes Kota Tegal, dr Sri Primawati bersama jajarannya mengunjungi keluarga Wakoyah. Foto2: Warkoyah (kanan) bersama ibunya. (Foto: Dok/Nino)

PanturaNews (Tegal) - Pengidap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Wakoyah (40), warga Jalan Cipto Mangunkusumo 32 RT 01 RW 1 Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah, yang sebelumnya terbelenggu dengan kaki dirantai, hari ini Selasa 11 Februari 2020 dilepas oleh pihak keluarga.

Hal itu disampaikan dan diyakinkan saat Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, dr Sri Primawati Indraswari Sp KK MM MH bersama jajarannya, melakukan kunjungan ke kediaman Wakoyah untuk melihat langsung kondisinya.

"Kami tadi sudah kerumah Wakoyah kondisinya sudah tidak dalam terpasung dan sedang dalam terapi, rawat jalan. Dia Wakoyah saat ini dalam pengawasan dan pemantauan Dinas Kesehatan. Setiap bulan secara rutin memang ada kunjungan dari tenaga kesehatan Puskesmas dan dari Dinas Kesehatan," kata dr Sri Primawati didampingi Kabid Pencegahan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tegal, Yuli Prasetiya SKM Mkes di kantornya, Selasa 11 Februari 2020 sore.

Diberitakan sebelumnya, oleh keluarga kaki kanan Wakoyah sudah satu tahun lebih dibelenggu dengan rantai sepanjang 2,5 meter yang diikat antara jeruji teralis jendela dengan kaki kanan yang terkunci gembok.

Ketua RT 01 RW 1 Kurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Munaroh (36) membenarkan bahwa Wakoyah adalah warganya, putri dari pasangan Darjo dan Wasmirah yang mengalami penderita ODGJ.

Pernah Wakoyah tidak dirantai, lepas dari rumah susah mencarinya. Dan kadang tidak mau pakai pakaian, bahkan pernah mengamuk mecahin kaca rumah. Dari pada repot dan membahayakan oleh keluarga akhirnya di rantai.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita